China Disebut Diam-diam Melipatgandakan Jumlah Pasukannya di Hong Kong

Kompas.com - 30/09/2019, 22:02 WIB
Ribuan polisi anti-huru hara China yang berperalatan lengkap mengikuti latihan di kota perbatasan Shenzhen, Selasa (6/8/2019). AFP PHOTO / CHINA OUTRibuan polisi anti-huru hara China yang berperalatan lengkap mengikuti latihan di kota perbatasan Shenzhen, Selasa (6/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - China dilaporkan telah secara diam-diam menggandakan pasukan keamanan daratannya di Hong Kong.

Bulan lalu, Beijing telah mengerahkan ribuan tentaranya melintasi perbatasan ke kota yang sedang dilanda krisis politik dan aksi protes sejak Juni lalu itu.

Kantor berita negara Xinhua, menyebut operasi pengerahan itu sebagai rotasi rutin pasukan berkekuatan rendah yang telah sejak lama ditempatkan China di Hong Kong sejak penyerahan kota itu dari Inggris pada 1997.

Namun tujuh utusan Asia dan Barat mengatakan kepada Reuters bahwa mereka yakin penempatan pasukan pada akhir Agustus bukan sekadar rotasi, melainkan pasukan bala bantuan.

Baca juga: Xi Jinping Bersumpah Tegakkan Prinsip Satu Negara Dua Sistem di Hong Kong

Tiga utusan asing mengatakan bahwa jumlah personel militer China di Hong Kong telah meningkat hingga dua kali lipat sejak dimulainya protes anti-pemerintah pada awal Juni.

Disebutkan bahwa China telah menempatkan jumlah personel militernya di Hong Kong sebanyak 3.000 hingga 5.000 sebelum Agustus, dan kini diperkirakan telah mencapai antara 10.000 hingga 12.000 personel.

Para utusan negara-negara itu meyakini bahwa China telah menumpuk pasukan aktifnya, mulai dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), serta personel dan peralatan anti-huru hara pada tingkat yang belum pernah terjadi di Hong Kong.

Secara signifikan, lima diplomat asing mengatakan bahwa penguatan itu mencakup unsur Polisi Rakyat Bersenjata (PAP), paramiliter daratan anti-kerusuhan, dan pasukan keamanan internal di bawah komando terpisah dari PLA.

Baca juga: Usai Bandara dan Mal, Demo Hong Kong Kini Menyasar Gerai Starbucks

Hingga kini, keberadaan PAP di Hong Kong belum pernah diketahui secara langsung oleh publik.

Kementerian Pertahanan Nasional China, garnisun PLA di Hong Kong, Kantor Informasi Dewan Negara, hingga Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, menolak menanggapi pertanyaan dari Reuters.

Halaman:


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X