Jelang Peringatan 70 Tahun Pemerintahan Komunis, Presiden China Beri Penghormatan di Makam Mao Zedong

Kompas.com - 30/09/2019, 14:00 WIB
Presiden China Xi Jinping (dua dari kanan) bersama petinggi lainnya membungkuk sebagai bentuk penghormatan di makam pendiri China modern Mao Zedong jelang peringatan 70 tahun pemerintahan komunis Senin (30/9/2019). AFP/POOL/MADOKA IKEGAMIPresiden China Xi Jinping (dua dari kanan) bersama petinggi lainnya membungkuk sebagai bentuk penghormatan di makam pendiri China modern Mao Zedong jelang peringatan 70 tahun pemerintahan komunis Senin (30/9/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping melakukan sikap langka dengan memberi penghormatan di makam Mao Zedong jelang peringatan 70 tahun pemerintahan komunis.

Xi dan sejumlah pejabat lain mengunjungi mausoleum Mao, terletak di pusat Lapangan Tiananmen, dan membungkuk sebanyak tiga kali.

Baca juga: Utusan Presiden China Senang Bisa Bertemu Presiden Jokowi

Presiden China 66 tahun itu juga memberi penghormatan di depan jenazah Mao Zedong, pendiri China modern, yang dibalsem dan dibaringkan di ruangan tengah.

Dilaporkan Xinhua via AFP Senin (30/9/2019), aksi Xi Jinping itu terbilang langka. Sebab kali terakhir dia melakukannya adalah enam tahun silam, saat peringatan ulang tahun ke-120 Mao.

Pada peringatan 70 tahun pemerintahan komunis Selasa (1/10/2019), China bakal menggelar parade militer besar-besaran, dan melepas 70.000 merpati.

Perayaan itu sekaligus menunjukkan China sudah berubah dari negara yang dulunya dilanda perang dan kelaparan, menjadi negara makmur yang kekuatan ekonomi dan militernya diperhitungkan.

Meski begitu perayaan tahun ini juga menjadi tantangan bagi Xi. Antara lain perang dagang negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

Belum lagi demonstrasi pro-demokrasi yang melanda Hong Kong sejak Juni, di mana demonstran kerap terlibat bentrok dengan polisi.

Aktisi demokrasi Hong Kong sudah berjanji bakal meningkatkan aksi mereka jelang peringatan yang mereka sebut "Hari Duka".

Pada Senin pagi, Xi dan petinggi Partai Komunis juga menggelar peletakan karangan bunga bagi para pahlawan di Lapangan Tiananmen.

Paduan suara anak-anak yang mengenakan syal merah dan pakaian putih melantunkan pujian sebelum Xi Jinping datang ke Monumen Pahlawan Rakyat.

"Bangsa yang menjanjikan haruslah mempunyai pahlawan, dan negara dengan masa depan menjanjikan haruslah punya pionir," ujar Xi dikutip CCTV.

Baca juga: Airlangga Sebut Golkar Akan Lakukan Studi Banding ke Partai Komunis China



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X