Kompas.com - 28/09/2019, 15:37 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Utusan Khusus AS untuk Ukraina dilaporkan mundur setelah Kongres memerintahkannya bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump.

Sumber mengungkapkan, kabar pengunduran Kurt Volker itu pertama kali muncul di surat kabar mahasiswa di Arizona State University, tempatnya mengabdi.

Laporan dari whistleblower yang dirilis Kamis (26/9/2019) menyatakan, Volker menggelar pertemuan dengan pejabat senior Ukraina.

Baca juga: Rusia Desak AS Tak Rilis Percakapan Trump dan Putin

Diwartakan AFP Sabtu (28/9/2019), pertemuan keduanya membahas soal "pengaturan" permintaan Trump kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Keluhan dari si pelapor menuding Trump menekan Zelensky dalam percakapan telepon 25 Juli untuk menyelidiki kasus anak Joe Biden, Hunter.

Biden merupakan politisi senior dari partai oposisi Demokrat yang menjadi calon pesaing Trump dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020 mendatang.

House of Representatives (DPR AS) yang dikuasai Demokrat memerintahkan Volker untuk datang memberikan kesaksian Kamis pekan depan (3/10/2019).

Dalam surat yang dikeluarkan Jumat (27/9/2019), para politisi House menunjuk twit Rudy Giuliani, pengacara Trump, yang menunjukkan tangkapan layar pertemuan Volker dengan penasihat Zelensky.

Dalam surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, politisi House menyebut tangkapan layar itu bisa jadi bukti penyelidikan pemakzulan Trump.

Volker merupakan diplomat veteran AS yang pernah mengabdi sebagai Duta Besar di NATO saat pemerintahan Presiden George W Bush.

Dia meninggalkan karir diplomat, dan fokus menjadi direktur eksekutif di Institut McCain Arizona State University sejak 2012.

Ketika Trump menjabat di 2017, dia ditunjuk untuk mewakili AS di Ukraina. Statusnya di Kemenlu AS adalah relawan, sementara dia tetap tercatat di Arizona.

The State Press, media yang dikelola mahasiswa ASU mengutip juru bicara universitas yang menyebut Volker sudah mengundurkan diri dari posisinya.

Kabar yang sama juga disampaikan The Arizona dengan mengutip presiden universitas Michael Crow, yang menyatakan Volker keluar dari Kemenlu AS.

Sebagai utusan khusus, Volker bertugas mengawasi dukungan Washington kepada Ukraina menghadapi pemberontakan separatis yang didukung Rusia.

Lebih dari 13.000 orang tewas sejak konflik pecah pada 2014, di mana Rusia juga mencaplok Semenanjung Crimea dari Ukraina.

Baca juga: Ketua DPR AS: Trump Tak Memberi Kami Pilihan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.