Berkomplot Palsukan Kematian demi Uang Asuransi, Ibu dan Anak Dijatuhi Hukuman Penjara

Kompas.com - 27/09/2019, 21:46 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengadilan Singapura telah menjatuhkan hukuman penjara kepada ibu dan anak yang terbukti bersalah telah memalsukan kematian demi uang asuransi.

Abraham Rock (36) disebut mencoba mendapatkan klaim sebesar 3,7 juta dollar Singapura (sekitar Rp 38 miliar) untuk kematian ibunya dalam kecelakaan lalu lintas di Pakistan.

Selain itu dia telah menerima 129.300 dollar Singapura (sekitar Rp 1,3 miliar) dari program tabungan komprehensif warga Singapura, Dewan Central Provident Fund (CPF), serta perusahaan asuransi.

Atas tindak kejahatan tersebut, pengadilan pada Kamis (26/9/2019), menjatuhkan hukuman kepada Rock, yang dianggap otak penipuan, dengan penjara tiga tahun 10 bulan.

Baca juga: Milenial Singapura Ingin Investasi dan Beli Asuransi, Tapi Tak Tahu Caranya

Sedangkan ibunya, Talat Farman (54), dijatuhi hukuman penjara 13 bulan, karena telah berkomplot dalam tindak kejahatan.

Pengadilan mendengar bahwa Rock sedang menghadapi kesulitan keuangan pada tahun 2017, ketika dia menyusun rencana penipuan asuransi dengan memalsukan kematian ibunya.

Dalam merencanakan aksi kejahatannya, Rock sempat berkonsultasi dengan pamannya, Sheikh Muhammad Kamran, serta dua saudara sepupunya, yang membantu menyiapkan dokumen palsu untuk mengesahkan kematian Talat.

Rencananya adalah memalsukan kematian ibunya, Talat dalam kecelakaan di jalan, demi menggandakan cakupan manfaat kematian yang diakibatkan penggunaan transportasi umum.

Baca juga: Warga Jepang Sekarang Bisa Beli Asuransi Bullying untuk Anak

Rencana dijalankan pada 29 Juni 2018 di Islamabad, Pakistan. Dipilihnya Pakistan karena Talat berasal dari negara itu sebelum dinaturalisasi setelah menikah di Singapura.

Di Islamabad, Rock memperoleh dokumen palsu yang menyatakan ibunya telah meninggal. Dia lantas menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris untuk mengajukan klaim asuransi di Singapura.

Sambil membawa dokumen kelengkapan ibunya, Rock mendatangi Kantor Imigrasi dan Pemeriksaan (ICA) di Singapura pada 16 Juli 2018.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X