Ikuti Jejak Putri Diana, Pangeran Harry Berjalan di Ladang Ranjau Angola

Kompas.com - 27/09/2019, 20:38 WIB
Pangeran Harry, Duke Sussex, ketika berjalan di ladang ranjau yang telah dibersihkan di Angola pada 27 September 2019. Pangeran Harry mengikuti jejak sang ibu, mendiang Putri Diana, pada 1997 silam. REUTERS/Dominic Lipinski/PoolPangeran Harry, Duke Sussex, ketika berjalan di ladang ranjau yang telah dibersihkan di Angola pada 27 September 2019. Pangeran Harry mengikuti jejak sang ibu, mendiang Putri Diana, pada 1997 silam.

HUAMBO, KOMPAS.com - Pangeran Harry mengikuti jejak sang ibu, Putri Diana, yang berjalan di ladang ranjau yang telah dibersihkan di Angola.

Menggunakan visor pelindung dan rompi anti-peluru warna biru, Pangeran Harry hampir menyerupai Putri Diana pada 1997 silam di tempat yang sama, dekat Huambo.

Putri Diana menjadi perhatian dunia setelah dia berjalan di ladang ranjau yang dipasang ketika konflik sipil pecah di Angola, dan berakhir 2002.

Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan Bawa Putra Mereka dalam Tur Resmi Keluarga ke Afrika Selatan

Dilansir AFP Jumat (27/9/2019), beberapa bulan kemudian sang ibu meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris, Perancis, saat Pangeran Harry berusia 12 tahun.

" Ladang ranjau merupakan luka dari perang yang sulit sembuh," ucapnya dari kawasan taman nasional dekat dengan Dirico, di mana dia meledakkan ranjau dari jauh.

"Dengan membersihkan tempat ini, maka kita akan membantu masyarakat meraih perdamaian. Dari perdamaian, muncullah kesempatan," jelasnya.

Suami dari Meghan Markle itu juga meminta warga Angola melindungi "hutan liar unik" yang membentang 1.000 kilometer dari Huambo.

"Sungai dan kehidupan liar di sini adalah aset alami Anda. Bakal memberi kalian kesempatan tak terbatas berdasarkan ekonomi berbasis konservasi," katanya.

Duke of Sussex itu kemudian akan bertolak ke Huambo di mana dia berkunjung rumah sakit ortopaedi, dan lokasi di mana foto ikonik Putri Diana tercipta.

Lebih dari 1.600 orang terluka oleh ladang ranjau di Angola ketika perang saudara pecah pada 1975 hingga 2015 menurut Halo Trust.

Kebanyakan korban tercatat antara 2002 sampai 2003, ketika penduduk kembali ke rumah mereka begitu deklarasi damai berkumandang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X