Kompas.com - 27/09/2019, 19:50 WIB

Pada Juni 2018, dia mengumumkan penangguhan proyek Jalur Kereta Pesisir Timur (ECRL) sepanjang 688 km, dan dua proyek pipa gas yang didanai China.

Dia mengatakan kesepakatan itu tak menguntungkan Malaysia. Namun sejak saat itu, dia memuji ECRL dan membangun kembali negosiasi.

Hasilnya adalah harganya menyusut menjadi 5 miliar dollar AS, sekitar Rp 70,8 triliun, dari rencana semula 16,4 miliar dollar AS, sekitar Rp 232,2 triliun.

Perjanjian baru itu terjadi setelah panjang jalur keretanya juga berkurang menjadi 640 km dengan menghindari pembangunan terowongan.

Baca juga: Mahathir kepada Jokowi: Saya Ingin Bertanya Mengapa Anda Tak Mau Terima Bantuan Kami?

Ambisi China melalui Program Sabuk dan Jalan menuai kritikan dari negara Barat. Tapi dalam pandangan Mahathir, negara Asia Tenggara harus bekerja sama dengan Beijing.

PM dari koalisi Pakatan Harapan itu menjelaskan, mereka harus sadar bahwa mereka harus bekerja sama karena bakal memberi keuntungan.

"Kami tentu tak cukup kuat untuk memberi tahu mereka untuk tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum internasional," paparnya.

Meski Beijing mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, Mahathir berpandangan Negeri "Panda" tak melakukannya secara agresif di masa kini.

Sebab, lanjut Mahathir, China masih membutuhkan dukungan dari negara Asia Tenggara.

Baca juga: Mahathir Bawa Isu Rohingya ke Sidang Umum PBB, Desak Masyarakat Internasional Bertindak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.