AS Tuduh Rezim Assad Gunakan Senjata Kimia Jenis Klorin di Suriah

Kompas.com - 27/09/2019, 18:30 WIB
Seorang bocah Suriah memberikan masker oksigen di wajah bayi menyusul laporan serangan racun gas di Douma, timur Ghouta, pada 22 Januari 2018. Pada 2019 ini, Amerika Serikat menyatakan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali menggunakan senjata kimia ke warga sipil untuk menghantam benteng terakhir pemberontak. AFP/HASAN MOHAMEDSeorang bocah Suriah memberikan masker oksigen di wajah bayi menyusul laporan serangan racun gas di Douma, timur Ghouta, pada 22 Januari 2018. Pada 2019 ini, Amerika Serikat menyatakan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali menggunakan senjata kimia ke warga sipil untuk menghantam benteng terakhir pemberontak.

NEW YORK, KOMPAS.com - AS menyatakan, rezim Presiden Suriah Bashir al- Assad menggunakan senjata kimia jenis klorin untuk menghantam pemberontak.

Keterangan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di sela menghadiri Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York.

Pompeo mengatakan, Assad menggunakan senjata kimia klorin pada 19 Mei di Provinsi Latakia, dalam upaya merebut benteng terakhir pemberontak di Idlib.

Baca juga: Uni Eropa Beri Sanksi Pejabat Rusia dan Suriah Terkait Kasus Senjata Kimia

Kepada awak media, Pompeo menegaskan AS tidak akan serangan itu, atau membiarkan pihak-pihak yang mencoba menyembunyikannya.

"AS akan terus melanjutkan tekanan kepada rezim Assad untuk mengakhiri kekerasan terhadap warga sipil Suriah, berpartisipasi dalam proses politik PBB," ucapnya.

Pompeo kemudian hadir dalam pertemuan bersama Perancis, Jerman, Arab Saudi, Yordan, dan Mesir di mana mereka tak menoleransi serangan itu.

Utusan Khusus AS untuk Suriah Jim Jeffrey seperti diberitakan AFP Jumat (27/9/2019) menerangkan, empat orang terluka dalam serangan itu.

Meski tidak ada korban jiwa, ini adalah serangan pertama dalam setahun terakhir, dan terdapat kekhawatiran senjata kimia itu akan kembali digunakan.

"Kami khawatir jika rezim, yang infantrinya lemah, bakal kembali menggunakan senjata kimia untuk menutupi kekurangan saat merebut daerah," papar Jeffrey.

Tidak ada verifikasi independen atas serangan yang dilaporkan sudah menewaskan 1.000 orang sejak Damaskus memulai serangannya April 2019.

Baik AS maupun Perancis sebelumnya mengklaim kecurigaan akan senjata kimia. Tetapi menunda keputusan resmi karena butuh banyak penelitian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X