Sosok Pelapor Percakapan Telepon Trump dan Presiden Ukraina adalah Pejabat CIA?

Kompas.com - 27/09/2019, 15:44 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/LUDOVIC MARIN, SAUL LOEBPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sosok pelapor yang berujung kepada penyelidikan pemakzulan Presiden AS Donald Trump disebut merupakan pejabat CIA.

Si "whistleblower" mengaku, pejabat senior Gedung Putih "mengunci" detil percakapan telepon Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Trump menghendaki adanya informasi siapa yang memberikan informasi kepada si pelapor itu, di mana sumbernya dekat dengan si mata-mata.

Baca juga: Sosok Whistleblower yang Bikin Trump Terancam Dimakzulkan Masih Misteri

Dalam percakapan telepon 25 Juli, Trump mendesak Presiden Ukraina agar menyelidiki kasus yang melilit putra pesaingnya, Joe Biden.

Tidak banyak yang diketahui dari si whistleblower. Pengacarnya menuturkan, pengungkapan jati dirinya membuat kliennya berisiko.

Dilansir BBC Jumat (27/9/2019), media AS seperti The New York Times, Washington Post, dan Reuters mengidentifikasi sosok itu adalah pejabat CIA.

"Saya ingin tahu siapa sosok ini, dan siapa yang sudah membocorkan informasi kepada kepadanya," ujar Trump dalam pertemuan tertutup di PBB.

Dalam pembicaraan yang dipublikasikan Los Angeles Times itu, Trump menyiratkan eksekusi bagi pejabat intelijen di masa lalu.

"Apa yang kalian tahu di masa lalu saat kita pintar? Benar? Mata-mata dan pengkhianatan. Sekarang, kita akan melakukannya sedikit berbeda," ujar Trump.

Kabar itu jelas menuai kecaman tiga ketua komite House of Representatives (DPR AS) yang dikuasai Demokrat dalam keterangan resmi.

Ketiga ketua komite itu mengecam intimidasi tercela yang hendak dilakukan Trump terhadap si terduga pejabat intelijen pusat AS itu.

Raja Kirshnamoorthi mengatakan, seharusnya si pelapor bisa segera menyampaikannya kepada Komite Intelijen DPR AS "sedini mungkin".

"Saya khawatir terhadap sejumlah pernyataan yang dibuat presiden, dan bagaimana dia akan membalas pria ini," ujar politisi keturunan India itu.

Dalam keluhannya, si pelapor mengungkapkan Trump sudah menggunakan kekuasaannya untuk meminta bantuan asing demi memuluskan Pilpres 2020.

Baca juga: Ada Isu Trump Bakal Dimakzulkan, Apa Dampaknya ke Ekonomi Indonesia?

Tak hanya itu, si pelapor juga menuturkan ada staf Gedung Putih yang berusaha menyembunyikan transkrip percakapan telepon itu.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi menanggapinya dengan mengumumkan bahwa mereka membuka penyelidikan pemakzulan presiden berusia 73 tahun itu.

Trump pun meradang dengan mengecam investigasi itu sebagai "lelucon", dan memerintahkan perilisan transkrip yang menjadi masalah.

Presiden dari Partai Republik itu mengaku memang sehari sebelumnya, dia secara pribadi memerintahkan penahanan bantuan militer ke Ukraina senilai 400 juta dollar AS, atau Rp 5,6 triliun.

Tetapi, Trump membantah dia menahannya sebagai bentuk tekanan supaya pemerintahan Zelensky menyelidiki kasus dari Hunter Biden.

Baca juga: Gedung Putih Berusaha Kunci Transkrip Percakapan Trump dan Presiden Ukraina

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X