Perbincangannya dengan Trump Jadi Polemik, Apa Kata Presiden Ukraina?

Kompas.com - 26/09/2019, 19:05 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat keduanya bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB, Rabu (25/9/2019). AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat keduanya bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB, Rabu (25/9/2019).

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump yang kemudian menuai polemik.

DPR AS melalui ketuanya, Nancy Pelosi, mengumumkan adanya penyelidikan pemakzulan atas Trump buntut percakapan dengan Zelensky Juli lalu.

Presiden 73 tahun itu dituduh meminta bantuan Ukraina untuk menjegal Joe Biden, salah satu calon pesaingnya di Pilpres AS 2020.

Baca juga: Trump Heran Dia Bakal Dimakzulkan karena Percakapan Telepon

Dalam konferensi pers di sela Sidang Umum PBB, Presiden Ukraina 41 tahun itu menegaskan bahwa dia tidak akan bisa ditekan oleh siapa pun.

"Kami, saya pikir, melakukan perbincangan yang bagus. Normal. Kami membicarakan banyak hal," terang Zelensky dikutip CNBC Rabu (25/9/2019).

Segera setelah penyelidikan diumumkan, Trump kemudian menyatakan dia memerintahkan publikasi transkrip percakapannya dengan Zelensky.

"Saya pikir Anda sudah membaca semuanya. Saya minta maaf. Tetapi, saya tidak tertarik terlibat dalam Pilpres AS," tegasnya dilansir Sky News.

Trump juga menuturkan tidak ada paksaan kepada Zelensky. Meski mengakui dia sempat menahan bantuan yang diperuntukkan bagi Ukraina.

Trump menyebut penyelidikan yang dilakukan untuk memakzulkan dirinya sebagai "perburuan penyihir", dan dia memandangnya sangat memalukan.

Presiden dari Partai Republik itu kemudian menuding Pelosi sudah membiarkan dirinya dikuasai oleh politisi dari sayap kiri radikal.

"Sejauh yang saya kira, dia (Pelosi) bukanlah Ketua DPR AS," ujar Trump. Meski begitu, faktanya Pelosi masih menjabat sebagai pimpinan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC,Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X