Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/09/2019, 23:49 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Iran menegaskan tidak akan pernah setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat jika masih berada di bawah tekanan.

Pernyataan tegas itu disampaikan langsung oleh Presiden Iran Hassan Rouhani di hadapan Majelis Umum PBB pada Rabu (25/9/2019).

"Tanggapan kami terhadap pembicaraan di bawah tekanan adalah tidak!" kata Rouhani, yang kembali mengingatkan bahwa Iran akan keluar dari Kesepakatan Nuklir 2015 jika negara Eropa penanda tangan gagal menyelamatkan perjanjian itu.

"Kami berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir, tetapi kesabaran Iran ada batasnya," lanjut Rouhani, yang merupakan salah satu arsitek perjanjian dengan enam pemimpin negara besar dunia itu.

Baca juga: Tiba di New York untuk Hadiri Sidang Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani Diawasi Ketat

Iran telah mengkritik pihak-pihak Eropa dalam kesepakatan yang dianggap telah gagal melindungi kepentingan Iran dengan menyelamatkan Teheran dari sanksi AS yang kembali dijatuhkan dan diperketat sejak Washington keluar dari pakta tersebut.

Sebagai tindakan balasan, Iran telah mengumumkan bakal mengurangi komitmennya terhadap perjanjian itu secara bertahap.

Konfrontasi antara AS dengan Iran yang saling bermusuhan itu telah kembali bergejolak setelah serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada 14 September lalu, di mana Washington dan Riyadh menuding Teheran ada di balik serangan.

Namun Rouhani mengatakan, masih ada peluang untuk membuka jalan dialog, yakni dengan mencabut semua sanksi yang telah dijatuhkan Washington pada Teheran dan menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB.

Baca juga: Hadir dalam Sidang Umum PBB, Presiden Iran Beri Pesan kepada Dunia

Ditambahkan Rouhani, satu-satunya cara untuk mengamankan perdamaian dan keselamatan di Teluk adalah memperkuat "konsolidasi antara semua negara dengan kepentingan bersama di Teluk Persia dan wilayah Hormuz".

"Kami bertetangga dengan Anda, bukan dengan Amerika," kata Rouhani, menyerukan kepada AS untuk menarik pasukannya dari wilayah Teluk.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.