Hadiri Sidang Umum PBB Naik Jet Pribadi, PM Inggris Tuai Kritik

Kompas.com - 25/09/2019, 23:04 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. AFP / ISABEL INFANTESPerdana Menteri Inggris Boris Johnson.

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri agenda Sidang Umum PBB di New York, AS, pada Selasa (24/9/2019).

Namun keputusan Johnson untuk terbang ke New York menggunakan pesawat pribadi dan bukan penerbangan sipil ternyata menuai kritik.

Perdana menteri terbang ke dan dari New York menggunakan jet Voyager Airbus A330 milik Angkatan Udara Kerajaan (RAF).

Jet Voyager tersebut, yang dalam konfigurasi sipil mampu mengangkut 335 penumpang, di-setting dengan 58 kursi kelas bisnis.


Baca juga: Boris Johnson Ultimatum Pemilu Dini Jika Parlemen Halangi No Deal Brexit

Kritik pun datang dari Komite Perubahan Iklim yang memperingatkan tentang polutan yang dihasilkan dari penerbangan.

"Polutan dari penerbangan menaikkan suhu iklim dan menghasilkan kira-kira dua kali lipat efek pemanasan hanya dari CO2 saja," kata komite.

Komite independen menyerukan "penetapan biaya karbon, retribusi bagi pengguna penerbangan yang sering, serta langkah-langkah fiskal untuk memastikan pajak penerbangan tidak lebih rendah dibandingkan sektor transportasi lain".

Setelah menyampaikan pidato di PBB dan bertemu dengan sejumlah pemimpin negara, Boris Johnson langsung kembali ke Inggris.

Baca juga: Boris Johnson: Saya Lebih Baik Mati daripada Menunda Brexit

Disampaikan Anna Hughes, direktur kampanye Flight Free UK, pesawat Airbus A330 yang digunakan perdana menteri membutuhkan bahan bakar sekitar 30 ton untuk melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik antara bandara JFK, New York dengan bandara Heathrow di London.

"Untuk tim satu orang menanggung tanggung jawab atas begitu banyak gas efek rumah kaca yang dihasilkan dari penerbangan itu, tidak hanya berbahaya dalam hal pemanasan global, namun juga menunjukkan kurangnya pemahaman mendasar tentang skala tantangan yang kita hadapi," ujar Hughes, dikutip The Independent.

"Meskipun dengan pertimbangan keamanan untuk perdana menteri tidak diragukan lagi berbeda dengan warga sipil, sistem ekologis kami tidak membuat perbedaan yang sama."

"Banyak politisi mengakui bahwa perubahan iklim bukan masalah tunggal atau sampingan, melainkan masalah yang telah menjalar pada masa kita."

Baca juga: Perusahaan Travel Tertua Inggris Bangkrut, Ribuan Orang Terlantar

"Untuk perdana menteri kita membuat pengakuan yang sama, dan menindaklanjutinya, akan sangat membantu dalam mengatasi krisis iklim," tambahnya.

Sementara RAF mengatakan bahwa Voyager dapat beroperasi sebagai pesawat penumpang dengan cara yang sama seperti pesawat sipil dan mengantarkan personel ke medan pertempuran dengan selamat berkat sistem pertahanan yang dimiliki.

Perdana menteri melakukan perjalanan antara dua kota yang terhubung oleh rute udara antarbenua tersibuk di dunia, yakni bandara JFK di New York dengan bandara Heathrow, London.

Perdana menteri sebelumnya, Theresa May, tercatat juga memilih moda transportasi yang serupa saat melakukan perjalanan menghadiri Sidang Umum PBB pada 2018.

Baca juga: Inggris Yakin Iran Ada di Balik Serangan ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Penerbangan May ke New York tahun lalu menggunakan anggaran sebesar 143.000 poundsterling atau sekitar Rp 2,5 miliar.

Perjalanan paling mahal mantan perdana menteri May yang tercatat adalah saat menuju Buenos Aires untuk menghadiri KTT G20 pada November 2018, yang disebut menghabiskan anggaran hingga hampir 500.000 poundsterling atau sekitar Rp 8,7 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X