Salah Aborsi Pasien, Dokter dan Perawat di Korea Selatan Dituntut

Kompas.com - 25/09/2019, 19:32 WIB
ilustrasi operasi science alertilustrasi operasi

SEOUL, KOMPAS.com - Seorang dokter di Korea Selatan harus menhadapi tuntutan hukum setelah tindakannya melakukan prosedur aborsi pada pasien yang salah.

Dilansir Channel News Asia, yang mengutip Korea Herald, Senin (23/9/2019), korban salah aborsi tersebut diidentifikasi sebagai wanita berkewarganegaraan Vietnam.

Wanita itu mendatangi rumah sakit saat hamil enam minggu, pada 7 Agustus lalu, menurut laporan penyelidikan kepolisian Gangseo, Seoul.

Sementara diberitakan Yonhap, diduga akibat kesalahan prosedural, wanita yang seharusnya mendapat suntikan nutrisi, oleh suster justru mendapat suntikan anestesi.

Baca juga: Pasang Iklan Aborsi, Dua Dokter Spesialis Ginekologi Didenda

Kemudian oleh dokter, pasien itu mendapat tindakan aborsi, tanpa staf medis maupun dokter sempat mengonfirmasi identitas maupun informasi pasien.

Wanita itu datang kembali ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan hebat dan terkejut saat diberi tahu bahwa janinnya telah digugurkan.

Seorang dokter dan perawat telah dituntut karena melakukan kelalaian yang berakibat seorang pasien keguguran.

Disampaikan pihak kepolisian, kedua terdakwa tidak dapat dituntut atas tuduhan melakukan tindakan aborsi tanpa persetujuan, lantaran korban yang tidak dapat menyatakan persetujuan atau sebaliknya, karena dia tidak tahu bahwa dirinya akan mendapat tindakan aborsi.

Baca juga: Paus Fransiskus: Aborsi Itu seperti Menyewa Pembunuh Bayaran

Tindakan aborsi telah menjadi ilegal di Korea Selatan, kecuali dalam kasus pemerkosaan, inses, maupun situasi di mana kesehatan ibu menjadi terancam.

Larangan tersebut, bagaimanapun, akan dibatalkan mulai Januari 2021, setelah Mahkamah Konstitusi Korsel memutuskan pada April lalu bahwa undang-undang secara tidak konstitusional telah mengekang hak-hak perempuan.

Kendati saat ini praktik aborsi masih dilarang, namun pada kenyataannya masih dilakukan secara luas dan hukuman jarang ditegakkan, menurut The New York Times, yang mengutip data pemerintah.

Sebanyak 49.700 kasus aborsi diperkirakan telah terjadi sepanjang tahun 2017, dengan hampir 94 persen di antaranya dilakukan secara ilegal, menurut Institut Kesehatan Sosial Korsel.

Namun kelompok masyarakat mengatakan bahwa jumlah tersebut diperkirakan masih lebih tinggi dari yang terdokumentasi.

Baca juga: Terbitkan UU Anti-Aborsi Paling Keras, Alabama Terancam Diboikot



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X