Kompas.com - 25/09/2019, 13:34 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump menanggapi keras pengumuman Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi tentang keputusan dilakukannya penyelidikan pemakzulan resmi terhadap dirinya.

Trump, yang tengah menghadiri agenda Sidang Umum PBB di New York, menyebut langkah Partai Demokrat yang mengancam memakzulkan dirinya sebagai tindakan pelecehan terhadap presiden.

"(Ini) pelecehan presiden!" tulis Trump dalam akun Twitter-nya, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: DPR AS Umumkan Buka Penyelidikan Resmi untuk Pemakzulan Presiden Trump

Trump, dalam rangkaian twitnya, menyebut tuduhan dirinya menekan Ukraina untuk menghalangi langkah pesaingnya, Joe Biden, dalam pemilu 2020, sebagai hal yang tidak mendasar.

Presiden berusia 74 tahun itu mengatakan pihak Demokrat tidak pernah mengetahui transkrip percakapan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump pun mengecam Partai Demokrat telah melakukan "witch hunt" terhadap dirinya.

Presiden AS dari Partai Republik itu juga menyayangkan tindakan Demokrat yang mengumumkan langkah penyelidikan pemakzulan itu pada hari penting di mana Amerika Serikat tengah menjadi tuan rumah agenda penting Sidang Umum PBB.

Baca juga: DPR AS Mulai Penyelidikan Pemakzulan Trump, Bagaimana Prosesnya?

"Hari yang penting bagi PBB, begitu banyak pekerjaan dan kesuksesan, dan Demokrat dengan sengaja mengacaukannya dan merendahkannya dengan berita sampah tentang Witch Hunt. Sungguh buruk untuk negara kita," tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, Trump telah dituding menyalahgunakan kekuasaannya sebagai presiden AS untuk menekan Presiden Zelensky agar menyelidiki bisnis milik Joe Biden di Ukraina.

Trump memanfaatkan kedudukannya sebagai presiden dengan menangguhkan pemberian dana bantuan AS yang telah disetujui untuk Ukraina jika pemerintah negara itu tidak menuruti permintaannya.

Trump, pada gilirannya, telah mengakui bahwa dirinya berbicara dengan Zelensky tentang Biden dalam panggilan telepon itu dan mengatakan bahwa dia telah menghentikan bantuan ke negara tersebut untuk sementara, sebelum dicairkan minggu lalu.

Baca juga: DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Kendati demikian, Trump menolak tuduhan bahwa kedua hal tersebut saling berkaitan dan mengatakan bahwa pembekuan bantuan tersebut guna mendorong negara-negara Eropa untuk meningkatkan dukungan mereka kepada pemerintah Ukraina.

Joe Biden merupakan calon terdepan dari Partai Demokrat yang berpeluang akan menjadi lawan Trump dalam pemilihan presiden AS 2020.

Dalam sejarah pemerintahan AS, tidak ada presiden yang benar-benar dapat digulingkan dari jabatannya melalui proses pemakzulan.

Meski demikian, ancaman pemakzulan telah membuat Richard Nixon akhirnya memilih mengundurkan diri pada 1974, demi menghindari pemecatan atas skandal Watergate.

Baca juga: Trump: Saya Akan Lebih Mudah Terpilih Kembali di 2020 Jika Dimakzulkan

Dua presiden lain gagal dimakzulkan, yakni Andrew Johnson (1868) dan Bill Clinton (1998), setelah DPR AS resmi memecat keduanya, namun digagalkan oleh Senat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.