Di Sidang Umum PBB, Trump Serang China soal Perdagangan dan Hong Kong

Kompas.com - 24/09/2019, 23:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika berpidato dalam Sidang Umum PBB yang dilangsungkan di New York, 24 September 2019. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Drew AngererPresiden Amerika Serikat Donald Trump ketika berpidato dalam Sidang Umum PBB yang dilangsungkan di New York, 24 September 2019.

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyerang China soal kebijakan perdagangan dan Hong Kong ketika berpidato dalam Sidang Umum PBB.

Dalam hari pertama sidang, Trump menyinggung teori pencapaian China di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sejak 2001 merupakan sebuah kesalahan.

Dikutip SCMP Selasa (24/9/2019), Trump menyebut Beijing tak hanya menolak untuk mengadopsi reformasi yang dijanjikan. Tapi juga dianggap "menyiksa" pasar.

Baca juga: Bakar Bendera China saat Demo Hong Kong, Gadis Berusia 13 Tahun Ditahan

Dia menuturkan China mengadopsi sistem yang menghambat pasar, melakukan subsidi besar, memanipulasi mata uang, transfer teknologi secara paksa, hingga pencurian kekayaan intelektual.

"Selama bertahun-tahun, penyiksaan ini diabaikan, ditoleransi, bahkan didukung," kata presiden ke-45 AS itu seperti diberitakan AFP.

Trump menyinggung bahwa "globalisme" sudah membuat para pemimpin dunia seolah tidak peduli dengan kepentingan yang dibutuhkan negaranya.

"Masa di mana Beijing sudah menyiksa sistem sudah berakhir," tutur Trump. Saat dia berpidato, ada pejabat China yang mencatat kata-katanya.

Komentar presiden 73 tahun itu terjadi setelah China dan AS terlibat dalam perang dagang yang saat ini sudah memasuki bulan ke-16.

Dalam pekan-pekan ke depan, delegasi China diberitakan bakal berkunjung ke Washington untuk mendiskusikan masalah seperti perlindungan intelektual.

Mengomentari perang dagangnya, Trump berkata dia berharap kedua negara bisa mencapai perjanjian perdagangan yang dianggap bermanfaat.

"Namun saya akan tegaskan sekali lagi, saya tidak akan menerima kesepakatan yang tidak mengunntungkan bagi rakyat AS," ujar Trump dalam Sidang Umum PBB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X