Masing-masing Keluarga Korban 737 MAX Bakal Terima Dana Bantuan Rp 2 Miliar dari Boeing

Kompas.com - 24/09/2019, 15:30 WIB
Perusahaan Boeing. SHUTTERSTOCKPerusahaan Boeing.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Boeing menyiapkan dana sebesar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 700 miliar) untuk biaya bantuan keuangan terhadap keluarga 346 orang yang menjadi korban dua kecelakaan 737 MAX.

Masing-masing keluarga korban akan menerima sekitar 144.500 dollar AS atau sekitar Rp 2 miliar, menurut pihak yang ditunjuk untuk mengelola dana tersebut, Senin (23/9/2019).

Dilansir Reuters, dana tersebut akan diawasi oleh pengacara Washington, Ken Feinberg dan Camille S Biros. Seperti yang telah diumumkan pada Juli lalu, mereka akan segera menerima klaim dari anggota keluarga.

Anggota keluarga tidak akan diharuskan melepaskan haknya untuk mengajukan tuntutan hukum sebagai syarat menerima dana bantuan keuangan tersebut.

Baca juga: 737 MAX Dilarang Terbang, Pesawat Boeing 737 Generasi Lama Makin Laris

"Kami terus menyampaikan simpati terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari semua yang menjadi korban," kata CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam sebuah pernyataan.

"Pemberian dana ini merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk membantu keluarga yang terdampak insiden," katanya, dikutip Reuters.

Pada Juli lalu, Boeing juga telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk menambahkan dana sebesar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 700 miliar) untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat yang terdampak.

Klaim harus dikirim paling lambat pada 30 November dan yang memenuhi syarat akan dibayarkan dalam waktu 10 hari sejak klaim diajukan dinyatakan memenuhi persyaratan dan seluruh dokumentasi diterima.

Baca juga: Boeing Laporkan Kerugian Hampir Rp 42 Triliun

Sementara diberitakan, Badan Penerbangan Federal (FAA) menyatakan bahwa mereka belum menentukan kerangka waktu untuk membatalkan penangguhan penerbangan pesawat Boeing 737 MAX.

Namun, FAA menyerahkan kepada masing-masing pemerintah negara untuk memutuskan kapan pesawa tersebut akan dapat kembali diterbangkan.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan, dan kami belum menetapkan jangka waktu pekerjaan ini akan selesai."

"Setiap pemerintah akan membuat keputusan sendiri untuk mengembalikan pesawat ke layanan berdasarkan penilaian keselamatan menyeluruh," kata FAA dalam pernyataannya.

Sebanyak 346 keluarga korban yang menerima dana bantuan tersebut terdiri dari 189 WNI dan 157 warga Etiopia.

Baca juga: Boeing Ketahuan Ganti Nama 737 Max Pesanan Maskapai Eropa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X