Media Zimbabwe Ungkap Penyebab Meninggalnya Mantan Presiden Robert Mugabe

Kompas.com - 23/09/2019, 19:04 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe saat memberikan pidato kenegaraan di gedung parlemen, Selasa (25/8/2015). JEKESAI NJIKIZANA / AFP Presiden Zimbabwe Robert Mugabe saat memberikan pidato kenegaraan di gedung parlemen, Selasa (25/8/2015).

HARARE, KOMPAS.com - Media yang dikelola pemerintah Zimbabwe mengungkap penyakit yang diderita mantan Presiden Robert Mugabe sebelum meninggal awal September lalu.

Mugabe diumumkan wafat oleh Presiden Emmerson Mnangagwa pada usia 95 tahun setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura pada 6 September.

Baca juga: Jenazah Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Bakal Dimakamkan di Kampung Halaman Pekan Depan

Mantan pemimpin gerilya, Robert Mugabe berkuasa menggulingkan supremasi kulit putih pada 1980, dan memerintah Zimbabwe selama 37 tahun.

Dia dilengserkan oleh kudeta militer pada November 2017. Mengakhisi kekuasaan tangan besinya yang ditandai pembungkaman politik dan kolapsnya ekonomi.

Setelah tak lagi jadi presiden, Mugabe dilaporkan mengalami penurunan kesehatan, dengan dia harus menjalani perawatan rutin di Singapura.

"Mugabe menderita kanker. Prosedur kemoterapi yang dijalaninya harus dihentikan karena sudah tak efektif," ujar media Zimbabwe, The Herald.

Dilansir AFP Senin (23/9/2019), informasi itu disampaikan Mnangagwa ketika hadir dalam acara pendukungnya di New York, pada pekan lalu.

Mnangagwa menerangkan, dokter menghentikan pengobatan karena selain faktor umur, kanker itu juga menyebar sehingga sudah tidak bisa diselamatkan.

Leo Mugabe, keponakan Robert Mugabe yang juga merangkap sebagai juru bicara keluarga sang presiden, mengatakan dia "tidak punya komentar".

Pihak keluarga sebelumnya sudah berusaha meredam kabar Mugabe yang sering berkunjung ke Singapura, dengan menyatakan dia menjalani pengobatan katarak.

Namun pada 2011, situs Wikileaks kemudian membocorkan sebuah kabar yang mengungkapkan bahwa Mugabe sebenarnya menderita kanker prostat.

Kabar yang berasal dari kabel diplomatik Kedutaan Besar AS di Harare itu menyatakan, Mugabe disebutkan hanya punya waktu selama lima tahun.

Robert Mugabe bakal dimakamkan di taman pemakaman pahlawan yang terletak di ibu kota Zimbabwe pada Oktober mendatang.

Baca juga: Jenazah Robert Mugabe Diperkirakan Tiba di Zimbabwe Rabu Pekan Depan



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X