Saat Presiden Ukraina Bercanda soal Percakapan Para Pemimpin Dunia di Grup WhatsApp..

Kompas.com - 23/09/2019, 07:35 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berbicara di pertemuan tahunan ke-16 Yalta European Strategy (YES), di Kiev, pada 12-14 September 2019. AFP PHOTO / HANDOUT / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berbicara di pertemuan tahunan ke-16 Yalta European Strategy (YES), di Kiev, pada 12-14 September 2019.

Namun admin yang sesungguhnya adalah AS yang kemudian langsung mengeluarkan China dan Rusia dari perbincangan grup.

Lelucon lainnya adalah saat Korea Utara bergabung dalam perbincangan, yang disambut ucapan selamat dari Ukraina karena akhirnya internet masuk ke negara itu.

Namun Korea Utara menjawab jika dia harus menyeberang ke Korea Selatan sebelum akhirnya bisa bergabung dalam perbincangan tersebut.

Baca juga: AS Beri Bantuan Militer ke Ukraina Senilai Rp 3,5 Triliun

Korea Utara kemudian mengirimkan "stiker" bom atom, yang dengan cepat dijawab AS, "Stiker yang bagus, tapi Anda tidak perlu mengirimkannya kepada saya".

Lewat rekaan dialog pemimpin dunia dalam video tersebut, Zelensky seolah ingin mengajak hadirin untuk menertawakan isu-isu yang memang terjadi di dunia nyata.

Meski diawali dengan sebuah lawakan, namun dalam pertemuan tersebut Zelensky juga memaparkan presentasi sesungguhnya, di mana dia meminta para pelaku bisnis internasional untuk berinvestasi di Ukraina. Dia pun mempresentasikan sejumlah proyek yang menjanjikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami memiliki sejumlah proyek yang saya jamin bakal menarik bisnis asing, yakni energi, infrastruktur, dan sirkulasi tanah yang transparan," ujarnya dalam pertemuan yang digelar di Kiev itu.

Secara khusus, Zelensky mempresentasikan sejumlah proyek di antaranya irigasi tanah di wilayah selatan Ukraina, produksi film di Kiev, resor baru di pantai Laut Hitam, resor ski di Slavske dan Borzhava, pengembangan pulau Khortytsia, serta sebuah taman hiburan berskala besar.

Baca juga: Ukraina Bebaskan Terduga Saksi Kunci Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17

"Ini belum seluruhnya dari daftar alasan mengapa kami mengundang Anda untuk berinvestasi di Ukraina," tambah presiden, seperti dikutip Interfax.

Pertemuan tahunan ke-16 YES tersebut dihadiri lebih dari 400 tamu undangan yang terdiri dari para politisi, diplomat, pengusaha, aktivis sipil, serta pakar dari 26 negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.