Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Kompas.com - 21/09/2019, 18:18 WIB
Jejak masa koloni Inggris yang masih tersisa, Gereja First Baptist. Hingga kini Gereja First Baptist masih memberikan pelayanan ibadah ke jemaat yang leluhurnya dibaptis oleh misionaris era Victoria. Tim CeritalahJejak masa koloni Inggris yang masih tersisa, Gereja First Baptist. Hingga kini Gereja First Baptist masih memberikan pelayanan ibadah ke jemaat yang leluhurnya dibaptis oleh misionaris era Victoria.

MAWLAMYINEatau Moulmein, adalah kota di Asia Tenggara seperti halnya Sandakan, Bacolod, dan Songkhla yang memiliki kejayaan masa lalu.

Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan itu memudar dan kini tak lagi menjanjikan. Sebuah tempat yang sangat ingin ditinggalkan kaum muda demi mencari pekerjaan dan uang.

Kota berpopulasi kurang dari 300.000 penduduk ini merupakan ibu kota Negara Bagian Mon yang setidaknya memiliki populasi sebesar tiga juta penduduk. Kota ini memiliki hawa yang menyedihkan dan seakan terabaikan dari peradaban.

Tahun-tahun kejayaannya memang telah lewat lebih dari satu setengah abad yang lalu, antara 1826 dan 1852.

Pada saat itu, Inggris mengubah kota pelabuhan sepi yang terletak di pertemuan Sungai Salween, Ataran dan Gyaing ini menjadi sebuah pusat kota yang menyimpan kekayaan Burma di pesisir Tenasserim.

Mawlamyine berada di sekitar 300 kilometer tenggara Yangon atau enam jam perjalanan darat. Dahulu perjalanan antara Yangon-Mawlamyine jauh lebih sulit, namun perbaikan jalan raya nasional dan pembangunan jembatan-jembatan baru telah membawa kedua kota semakin dekat

Meski demikian, pembangunan sejauh ini belum menciptakan peningkatan signifikan di sektor industri atau lapangan pekerjaan. Alih-alih, hal ini tampaknya justru membuat orang-orang lebih mudah untuk meninggalkan Mawlamynie.

Terlebih lagi, dengan perbatasan Myanmar-Thailand di Mae Sot yang hanya empat jam ke arah timur bila melewati jalan raya yang baru diperbaharui, membuat Negara Gajah Putih ini semakin mudah diakses.

Pembangunan jalan-jalan dan jembatan menghubungkan Yangon dan Mawamyine menjadi lebih dekat. Tapi hingga kini belum tercipta peningkatan signifikan di sektor industri atau lapangan pekerjaan.Tim Ceritalah Pembangunan jalan-jalan dan jembatan menghubungkan Yangon dan Mawamyine menjadi lebih dekat. Tapi hingga kini belum tercipta peningkatan signifikan di sektor industri atau lapangan pekerjaan.
Apalagi Thailand memiliki lapangan pekerjaan dengan bayaran lebih tinggi: sekitar 8 – 10 dollar AS per hari, lebih dari dua kali lipat jumlah manapun yang ditawarkan Myanmar.

Mengingat jaraknya yang dekat, tidak mengherankan bila hampir semua orang yang ditemui Tim Ceritalah berharap mendapat peluang kerja di luar negeri. Diperkirakan sekitar 10 – 20% dari populasi Myanmar tinggal atau bekerja di luar negeri – statistik yang sebanding dengan yang terjadi di Filipina.

Negara Bagian Mon adalah daerah penghasil karet terbesar di Myanmar. Pada masa jayanya, karet akan menjadi sumber pendapatan utama daerah.

Namun, dengan harga global yang terus melemah, komoditas tersebut menjadi sama sekali tidak menguntungkan – bahkan bagi banyak pedagang yang memasok karet ke pasar Tiongkok yang cukup besar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X