Kompas.com - 21/09/2019, 11:13 WIB
Citra satelit memperlihatkan kerusakan yang diderita pabrik minyak milik Arab Saudi, Aramco, dalam serangan drone yang terjadi Sabtu dini hari (14/9/2019). AS menuduh Iran bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Reuters via BBCCitra satelit memperlihatkan kerusakan yang diderita pabrik minyak milik Arab Saudi, Aramco, dalam serangan drone yang terjadi Sabtu dini hari (14/9/2019). AS menuduh Iran bertanggung jawab dalam serangan tersebut.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan sanksi baru terhadap Iran pascaserangan yang menghancurkan dua instalasi kilang minyak Aramco di Arab Saudi.

Disebutkan bahwa sanksi baru terhadap Iran itu akan menjadi yang terberat dari pernah dijatuhkan AS kepada negara lain.

Namun, Trump juga mengindikasikan bahwa tidak ada rencana untuk melancarkan serangan militer terhadap Teheran dan menyebut bahwa menahan diri merupakan salah satu bentuk kekuatan.

Sanksi baru yang dijatuhkan Washington terhadap Teheran lebih kepada sanksi ekonomi di mana kali ini akan menyasar bank sentral Iran.

Baca juga: Tanggapi Serangan ke Pabrik Minyak Saudi, Pentagon Buat Daftar Target Iran ke Trump

"Kami baru saja menjatuhkan sanksi kepada bank nasional Iran. Ini adalah sanksi tertinggi yang pernah dijatuhkan terhadap suatu negara," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Jumat (20/9/2019).

Pada kesempatan itu, Trump kembali mengindikasikan bahwa tidak ada rencana tanggapan militer atas insiden serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi.

"Hal termudah yang bisa saya lakukan adalah menghancurkan 15 hal utama yang berbeda di Iran. Saya bisa melakukannya tepat di sini, di depan Anda."

"Dan itu saja. Maka kemudian Anda akan memiliki cerita besar yang bagus untuk dilaporkan," kata Trump yang ditujukan kepada para wartawan.

"Tetapi saya berpikir dengan pendekatan orang kuat dan hal yang menunjukkan kekuatan adalah dengan memperlihatkan sedikit pengendalian diri," lanjutnya.

Baca juga: Serangan di Pabrik Minyak Saudi Aramco, Begini Solusi dari AS

"Jauh lebih mudah untuk melakukannya dengan cara lain. Jauh lebih mudah. Dan Iran tahu jika mereka berbuat kesalahan, mereka sebenarnya sedang dibiarkan hidup," kata presiden berusia 73 tahun itu.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X