Ditanya Mengapa Jokowi Tak Mau Terima Bantuan Malaysia Atasi Kabut Asap, Mahathir: Tanya Beliau

Kompas.com - 20/09/2019, 18:32 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) usai menyampaikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6). Kunjungan kenegaraan tersebut membahas permasalahan perbatasan kedua negara, tenaga kerja, dan sekolah bagi anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Spt/18
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) usai menyampaikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6). Kunjungan kenegaraan tersebut membahas permasalahan perbatasan kedua negara, tenaga kerja, dan sekolah bagi anak Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Spt/18

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tak bertanya kepada Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) tak menerima bantuan mereka dalam mengatasi kabut asap.

PM berjuluk Dr M itu mengatakan, Kuala Lumpur menawarkan bantuan untuk menangkal kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap. Antara lain peralatan pengebom air.

Dalam konferensi pers, jurnalis menanyakan mengapa Presiden Jokowi tidak menerima bantuan Malaysia. "Saya tidak tahu," jawab Mahathir.

Baca juga: Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

"Tanya beliau (Jokowi) mengapa tidak menerima bantuan kami? Saya belum menanyakannya," terang Mahathir seperti dikutip Free Malaysia Today Kamis (19/9/2019).

"Mengapa kalian tidak bertanya saja kepada beliau (Jokowi)?" Mahathir bertanya balik di sela menghadiri pertemuan Komite Kabinet KHusus Anti-korupsi.

Jurnalis lalu bertanya apa langkahnya dalam mengatasi kabut asap. Mahathir menjawab mereka berdoa meminta hujan, membuat hujan buatan, dan meminta warga mengenakan masker.

PM berusia 94 tahun itu menjelaskan, dia belum memperhitungkan anggaran untuk membuat hujan buatan demi mengatasi masalah kabut asap.

Dia menuturkan mereka bisa mempertimbangkan drone. "Kami bisa menggunakan beberapa. Terutama di area Putrajaya yang paling parah terdampak," paparnya.

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera berhembus ke Malaysia melalui angin musim barat daya, menyebabkan penurunan kualitas udara.

Rabu (18/9/2019), Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah memberikan yang terbaik dalam mengatasi kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah.

Dalam pernyataan di Instagram dan Twitter, diunggah juga foto ketika dia melakukan kunjungan untuk meninjau operasi pemadaman di Desa Merbau, Riau.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X