Korea Utara Sambut Baik Usul "Metode Baru" Trump dalam Pembicaraan Denuklirisasi

Kompas.com - 20/09/2019, 17:22 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara didampingi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden AS Donald Trump berbicara didampingi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara menyambut baik usulan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pembicaraan denuklirisasi Semenanjung Korea yang saat ini terhenti.

Kepala perundingan nuklir Korea Utara, Kim Myong Gil, memuji keputusan politik bijak Trump untuk mencari pendekatan baru dalam perundingan denuklirisasi yang macet.

Usulan Trump itu muncul setelah pengunduran diri mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, pekan lalu, yang disebut sebagai "pembuat onar" oleh Korut.

Upaya Trump untuk menjalin dialog dengan Korea Utara hampir berantakan, pada Februari, setelah dia mengikuti saran Bolton pada pertemuan puncak kedua di Hanoi dan mendesak Pyongyang untuk menyerahkan seluruh senjata nuklir dan bahan bakar bom atomnya kepada AS.

Baca juga: Disebut Ucapkan Janji ke Pemimpin Asing, Begini Kemarahan Trump

Korea Utara juga sempat mengecam Bolton, yang menganjurkan penggunaan kekuatan militer untuk menggulingkan kepemimpinan negara yang terisolasi itu, dan menjulukinya dengan sebutan "maniak perang".

Trump telah mengakui bahwa Bolton melakukan kesalahan, termasuk dengan menyinggung pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan memintanya mengikuti "model Libya" dan menyerahkan semua persenjataan nuklir negaranya.

Trump mengatakan, Rabu (18/9/2019), bahwa saran Bolton untuk "model Libya" telah membawa mereka mengalami kemunduran.

Sementara diplomasinya dengan Korea Utara menghasilkan penghentian dalam uji coba nuklir dan kembalinya sisa-sisa tentara AS yang hilang selama Perang Korea 1950-1953.

Baca juga: Diundang Kim Jong Un ke Pyongyang, Trump: Kami Belum Siap

"Jadi saya pikir John (Bolton) benar-benar harus melihat seberapa buruk yang telah mereka lakukan di masa lalu dan mungkin metode baru akan sangat baik," kata Trump kepada wartawan saat mengunjungi tembok perbatasan di California.

Kepala perundingan nuklir Korea Utara, Kim Myong Gil, mengatakan, pihaknya mencoba menjadi optimistis bahwa AS akan menghadirkan metode perhitungan yang tepat pada pembicaraan mendatang.

"Saat ini saya tidak begitu yakin dengan apa yang tersirat dalam sarannya tentang 'metode baru'."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X