Kilang Minyaknya Diserang, Koalisi Arab Saudi Lancarkan Operasi Militer ke Yaman

Kompas.com - 20/09/2019, 16:27 WIB
Citra satelit yang diambil pada 16 September 2019 oleh Planet Labs Inc menunjukkan kerusakan pada kilang minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, buntut serangan drone pada 14 September 2019. AS menyalahkan Iran sebagai dalang serangan tersebut. AFP/PLANET LABS INC./HOCitra satelit yang diambil pada 16 September 2019 oleh Planet Labs Inc menunjukkan kerusakan pada kilang minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, buntut serangan drone pada 14 September 2019. AS menyalahkan Iran sebagai dalang serangan tersebut.

RIYADH, KOMPAS.com - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi, pada Jumat (20/9/2019), melancarkan operasi militer ke kota pelabuhan di utara Yaman, terhadap "target militer yang sah".

Operasi militer tersebut dilancarkan pascaserangan terhadap dua instalasi kilang minyak Arab Saudi milik Aramco, pada akhir pekan lalu, yang menyebabkan berkurangnya produksi minyak Saudi dan mendorong melonjaknya harga minyak dunia.

Serangan koalisi Arab Saudi itu dilaporkan telah menghancurkan empat situs di Hodeidah, yang digunakan untuk merakit kapal dan ranjau laut yang dikendalikan dari jarak jauh.

Operasi militer tersebut dilancarkan bertujuan untuk membantu melindungi kebebasan navigasi maritim di kawasan itu.

Baca juga: Kilang Minyak Aramco Diserang, Pompeo: AS Ingin Resolusi Damai dengan Iran

"Situs-situs ini digunakan untuk melancarkan serangan dan operasi teroris yang mengancam jalur pelayaran dan perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah selatan," kata juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Maliki, dalam pernyataannya.

Operasi militer itu dilancarkan koalisi Saudi meski mereka telah menolak klaim kelompok Houthi di Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas kilang minyak di Abqaiq dan Khurais, akhir pekan lalu.

Kelompok Houthi mengatakan melalui stasiun televisinya, Masirah TV, bahwa dengan melancarkan operasi militer ke Hodeidah, koalisi Saudi telah melanggar kesepakatan yang dicapai oleh PBB di Swedia.

Baca juga: Kelompok Pemberontak Houthi Klaim Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

Koalisi Arab Saudi yang didukung Barat telah melakukan intervensi di Yaman sejak Maret 2015, melawan kelompok Houthi, yang menggulingkan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dari Sanaa pada akhir 2014.

Kesepakatan yang menyebut perjanjian gencatan senjata dan pemindahan pasukan dari kota Hoeidah itu telah dicapai tahun lalu melalui pembicaraan damai di Swedia.

Perjanjian tersebut sebagai langkah membangun kepercayaan untuk membuka jalan bagi pembicaraan mengakhiri perang, yang telah terhenti selama berbulan-bulan sebelum penarikan Houthi dari tiga pelabuhan di Laut Merah.

Maliki menambahkan bahwa Houthi menggunakan Hodeidah untuk "meluncurkan rudal balistik, pesawat tak berawak, kapal dan jebakan kendali jarak jauh, serta penyebaran ranjau laut".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
Pendukung Asing ISIS Kabur, Inggris Siagakan SAS untuk Misi 'Tangkap atau Bunuh'

Pendukung Asing ISIS Kabur, Inggris Siagakan SAS untuk Misi "Tangkap atau Bunuh"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X