Serangan di Pabrik Minyak Saudi Aramco, Begini Solusi dari AS

Kompas.com - 20/09/2019, 12:43 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) MIke Pompeo bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman di Jeddah, pada 18 September 2019. SAUDI ROYAL COURT/Handout via REUTERSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) MIke Pompeo bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman di Jeddah, pada 18 September 2019.

DUBAI, KOMPAS.com - AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuturkan, mereka menawarkan solusi atas serangan yang terjadi di pabrik minyak Arab Saudi, Aramco.

Pernyataan Pompeo itu terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bakal "perang habis-habisan" jika AS menyerang.

Pompeo menyalahkan Iran atas serangan ke pabrik minyak Saudi Aramco Sabtu dini hari (14/9/2019), dan membuat produksi minyaknya terhenti setengah.

Baca juga: Ditanya jika AS Menyerang, Jawaban Menlu Iran: Perang Habis-habisan

Komentar itu memunculkan kekhawatiran terjadinya eskalasi di Timur Tengah di mana Teheran serta Saudi berebut pengaruh selama bertahun-tahun.

Menlu 55 tahun itu menuturkan terdapat kesepakatan bahwa Teheran pelakunya, bukan Houthi, setelah berkunjung ke Saudi serta Uni Emirat Arab.

Setelah serangan, Houthi yang merupakan kelompok pemberontak di Yaman mengklaim bertanggung jawab meski klaim itu dibantah oleh Pompeo.

Tetapi seperti diberitakan AFP Kamis (19/9/2019), mantan Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) itu menuturkan mereka ingin menghindari konfrontasi.

"Kami menginginkan resolusi damai. Saya pikir kami telah menerapkannya. Saya berharap Republik Islam Iran juga melakukannya," tuturnya.

Pernyataan yang sama juga disuarakan oleh Zarif dalam wawancaranya bersama CNN. "Namun kami sama sekali tidak mengendurkan perlindungan bagi negara," ucapnya.

Menteri Hubungan Bidang Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menyatakan, sikap lunak bakal membuat Iran semakin berani melakukan aksi terorisme hingga sabotase.

Baca juga: Komandan Garda Revolusi: Iran Sering Dituduh karena Negara Iran Sangat Kuat

"Menara Kaca"

Pada Rabu (18/9/2019), juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi Kolonel Turki al-Maliki memaparkan setiap bukti bahwa Iran adalah dalangnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Internasional
Presiden Xi Jinping: Virus Corona adalah Darurat Kesehatan Terbesar China

Presiden Xi Jinping: Virus Corona adalah Darurat Kesehatan Terbesar China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X