Pelaku Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong Terancam Tidak Akan Dituntut

Kompas.com - 19/09/2019, 14:38 WIB
Ilustrasi garis polisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi garis polisi.

SEOUL, KOMPAS.com - Kepolisian Korea Selatan telah mengidentifikasi tersangka pelaku kasus pembunuhan berantai Hwaseong yang terjadi lebih dari 30 tahun lalu.

Namun tersangka tersebut dikhawatirkan tidak akan dituntut atas kasus pembunuhan paling terkenal di Korea Selatan itu karena telah melewati batas waktu.

Kasus "Pembunuhan Hwaseong" adalah serangkaian pemerkosaan dan pembunuhan dengan korban 10 perempuan berusia antara 13 hingga 71 tahun yang terjadi antara 15 September 1986 hingga 3 April 1991 di pedesaan dekat Kota Hwaseong, Provinsi Gyeonggi.

Kasus pembunuhan berantai itu terjadi di desa-desa dengan penduduk yang jarang.

Baca juga: Lebih dari 30 Tahun Berlalu, Polisi Korsel Ungkap Pelaku Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong

Sebagian besar korban ditemukan di lorong-lorong atau di sawah yang remang-remang. Diduga para korban diserang saat dalam perjalanan pulang.

Dilansir AFP, lebih dari dua juta petugas kepolisian dikerahkan untuk menyelidiki kasus ini, menjadikannya pengerahan terbesar untuk satu kasus.

Kepolisian menyelidiki sekitar 21.000 orang dan memeriksa sidik jari lebih dari 20.000 orang yang berujung tanpa hasil.

Tetapi dengan teknik forensik terbaru untuk mengambil sampel DNA dari kejahatan lama, petugas berhasil mengidentifikasi Lee Chun-jae, yang berusia 56 tahun, sebagai tersangka untuk setidaknya tiga pembunuhan dalam kasus Hwaseong.

Baca juga: Jadi Buruan Polisi, Pembunuh Berantai Ini Ternyata Sudah Meninggal

"Sampel tersebut dikumpulkan dari bukti, termasuk pakaian dalam korban yang menunjukkan kecocokan dengan Lee," kata Ban Gi-soo, dari kepolisian provinsi Gyeonggi, dalam keterangan pers, pada Kamis (19/9/2019).

Dilaporkan bahwa tersangka tersebut saat ini sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap saudara iparnya pada 1994.

Tetapi tersangka membantah keterlibatannya dalam kasus pembunuhan Hwaseong dan undang-undang pembatasan telah berakhir, yang berarti dia tidak akan dituntut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X