Lebih dari 30 Tahun Berlalu, Polisi Korsel Ungkap Pelaku Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong

Kompas.com - 19/09/2019, 13:42 WIB
Ilustrasi sel tahanan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sel tahanan.

GYEONGGI, KOMPAS.com - Kepolisian Korea Selatan dikabarkan telah membuat kemajuan dalam kasus "Pembunuhan Hwaseong" yang mengejutkan negara itu pada tahun 1980-an.

Kasus "Pembunuhan Hwaseong" adalah serangkaian pemerkosaan dan pembunuhan dengan korban 10 perempuan berusia antara 13 hingga 71 tahun yang terjadi antara 15 September 1986 hingga 3 April 1991 di pedesaan dekat Kota Hwaseong, Provinsi Gyeonggi.

Kasus pembunuhan berantai itu terjadi di desa-desa dengan penduduk yang jarang.

Sebagian besar korban ditemukan di lorong-lorong atau di sawah yang remang-remang. Diduga para korban diserang saat dalam perjalanan pulang.

Baca juga: Jadi Buruan Polisi, Pembunuh Berantai Ini Ternyata Sudah Meninggal

Setelah lebih dari 30 tahun, penyelidikan yang dilakukan akhirnya mengarah pada seorang tersangka pelaku serangkaian kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu.

Dilansir Korea Herald, pejabat dari Kantor Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu, pada Rabu (19/9/2019), mengatakan bahwa mereka telah mempersempit tersangka utama pelaku.

Pihak kepolisian mengungkapkan, DNA yang dikumpulkan dari pakaian para korban dalam kasus pembunuhan berantai itu cocok dengan satu orang tersebut.

Tersangka disebut merupakan seorang pria berusia 50-an yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena kasus pemerkosaan dan pembunuhan lainnya.

Baca juga: Pembunuh Berantai Dieksekusi Mati 35 Tahun Usai Kejahatannya

Tak disebutkan berapa lama masa hukuman yang sedang dijalani terasngka saat ini dan kasus apa yang menjeratnya.

"Pada Juli tahun ini, kami mengirimkan sebagian bukti ke Badan Forensik Nasional (NFS), yang hasilnya menunjukkan bahwa DNA tersangka cocok dengan setidaknya dua dari 10 kasus," kata pejabat itu.

Usai penemuan terbaru itu, tim investigasi baru dibentuk dan mengirimkan sisa bukti terkait ke NFS untuk dilakukannya pengujian lebih lanjut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X