Kompas.com - 18/09/2019, 18:15 WIB

Sebelumnya, pada Selasa (17/9/2019), telah terjadi dua kali serangan di Afghanistan yang diklaim telah dilancarkan oleh Taliban.

Salah satu serangan itu menyasar lokasi yang digunakan untuk kampanye Presiden Ashraf Ghani, di Charikar, ibu kota provinsi Parwan.

Serangan yang dilakukan pengendara sepeda motor yang meledakkan diri di sebuah pos pemeriksaan itu menewaskan hingga 26 orang dengan 42 lainnya luka-luka.

Baca juga: Tentara AS Tewas dalam Serangan di Afghanistan, Trump Batalkan Negosiasi Damai dengan Taliban

Selang satu jam kemudian, ledakan lain terjadi di pusat ibu kota Kabul, di dekat kedutaan AS. Jumlah korban tewas dalam ledakan kedua mencapai 22 orang dan 38 lainnya terluka.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, serangan tersebut sengaja dilakukan dengan bertujuan mengganggu agenda pemungutan suara pada 28 September mendatang.

"Kami sudah memperingatkan orang-orang untuk tidak menghadiri kampanye pemilihan. Jika mereka menderita kerugian maka itu adalah tanggung jawab mereka sendiri," kata pernyataan itu.

Perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban, demikian dilaporkan direktur Rumah Sakit Parwan, Abdul Qasim Sangin kepada AFP.

Baca juga: Trump: Perundingan Damai dengan Taliban Sudah Mati

Presiden Ghani yang berada di lokasi serangan tidak terluka. Dia pun mengecam serangan itu dan menyebut Taliban tidak memiliki kepentingan yang nyata dalam rekonsiliasi.

"Saat Taliban melanjutkan kejahatan mereka, mereka sekali lagi membuktikan bahwa mereka tidak tertarik pada perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Ghani dalam sebuah pernyataan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.