Taliban Peringatkan Guru dan Mahasiswa Hindari Lokasi Pemilihan Presiden atau Berisiko Mati

Kompas.com - 18/09/2019, 18:15 WIB
Petugas Komisi Pemilihan Independen Afghanistan memeriksa peralatan biometrik, saat mereka bersiap menghadapi pemilihan presiden yang akan dilangsungkan pada 22 September mendatang. AFP PHOTO / WAKIL KOHSARPetugas Komisi Pemilihan Independen Afghanistan memeriksa peralatan biometrik, saat mereka bersiap menghadapi pemilihan presiden yang akan dilangsungkan pada 22 September mendatang.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban memperingatkan kepada warga sipil, guru, mahasiswa, dan tenaga pendidik di Afghanistan untuk menghindari lokasi pemilihan presiden atau akan menghadapi risiko kematian.

Pemilihan presiden Afghanistan akan digelar pada 28 September mendatang. Penyelenggaraan pemilu tersebut biasanya akan menggunakan gedung sekolah sebagai lokasi pemilihan.

"Jangan biarkan penyelenggaraan pemilihan mengubah sekolah dan institusi Anda menjadi pusat pemilihan. Juga jangan biarkan guru dan siswa bekerja sebagai staf pemilihan," kata Taliban dalam pernyataannya.

"Kami tidak ingin menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian finansial bagi warga sipil, guru, dan siswa," lanjut pernyataan kelompok tersebut.

Baca juga: Kampanye Presiden Afghanistan Diserang Bom Bunuh Diri Taliban, 24 Orang Tewas

Pemilihan presiden dalam 10 hari mendatang di Afghanistan akan menjadi pemilihan presiden keempat sejak pasukan koalisi yang dipimpin AS menggulingkan pemerintahan Taliban pada 2001.

Taliban telah bersumpah untuk menganggu jalannya proses pemungutan suara, yang digelar setelah berakhirnya perundingan perdamaian antara kelompok militan tersebut dengan Amerika Serikat.

Dilansir Reuters, sekolah dan perguruan tinggi menjadi tujuh hingga delapan dari sepuluh lokasi yang dipilih untuk menjadi pusat pemungutan suara di seluruh negeri.

Meski tidak ada guru, pengajar, pelajar, atau pejabat pendidikan yang dipekerjakan sebagai pekerja pemilihan, mereka tetap dapat menjadi sukarelawan, kata juru bicara komisi pemilihan Afghanistan, Abdul Aziz Ibrahimi.

Baca juga: Taliban: Ada 2 Cara Mengakhiri Pendudukan di Afghanistan, Jihad atau Negosiasi

"Kami berkomitmen untuk menyelenggarakan pemilihan pada tanggal yang telah diumumkan dan ancaman dari Taliban semacam itu telah menghalangi kami dari menggelar pemilu," kata juru bicara itu.

Kementerian Pendidikan tidak segera bisa dihubungi untuk dimintai komentar, namun PBB dan donor internasional telah meminta untuk membantu pemilihan karena infrastrukturnya telah sedikit berkembang.

Sebelumnya, pada Selasa (17/9/2019), telah terjadi dua kali serangan di Afghanistan yang diklaim telah dilancarkan oleh Taliban.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X