Gelar Latihan Parade Militer, Apakah China Ungkap Pesawat Mata-mata Terbaru?

Kompas.com - 18/09/2019, 11:28 WIB
Truk yang mengangkut perangkat pesawat tanpa awak terlihat melintas saat latihan parade militer di Beijing, pada Sabtu (14/9/2019) lalu. REUTERS / STR / CHINA OUTTruk yang mengangkut perangkat pesawat tanpa awak terlihat melintas saat latihan parade militer di Beijing, pada Sabtu (14/9/2019) lalu.

BEIJING, KOMPAS.com - Pesawat mata-mata supersonik terbaru China disebut telah diungkapkan untuk pertama kalinya saat digelarnya latihan parade militer, akhir pekan kemarin.

Foto-foto yang disebut-sebut merupakan dua jenis kendaraan udara tak berawak (UAV) terbaru itu telah beredar di media sosial.

Dalam foto menunjukkan perangkat UAV itu yang masih tertutup kain dan diangkut menggunakan truk yang diikutkan dalam latihan parade militer untuk peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober mendatang.

Foto-foto yang beredar itu pun memicu diskusi di antara para penggemar militer, yang menduga kedua UAV tersebut masing-masing sebagai drone DR-8 atau Wuzhen 8 dan drone siluman Sharp Sword.

Baca juga: Peringati HUT Ke-70, China Siap Gelar Parade Militer Terbesar

Perangkat drone DR-8 disebut-sebut bakal memainkan peran penting jika terjadi konflik dengan kapal induk AS di Laut China Selatan maupun di Samudra Pasifik Barat.

Selain itu penampilan drone pengintai dalam gladi resik parade militer itu juga dianggap menyerupai perangkat UAV supersonik milik AS, D-21, yang telah dipensiunkan lebih dari empat dekade lalu.

AS menggunakan pesawat tak berawak dalam misi mata-mata di China dan beberapa di antaranya dilaporkan jatuh selama operasi, meninggalkan sisa-sisa serpihan yang tersebar di berbagai lokasi di seluruh negeri.

Sementara salah satu bangkai D-21 yang masih utuh telah dipajang di Museum Militer Beijing sejak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Kembangkan Sistem Anti-Drone Korea Utara, Korsel Investasikan Dana Rp 1 Triliun

Dilansir SCMP, perangkat drone pengintai DR-8 berperan dalam menilai dampak dari serangan rudal balistik anti-kapal DF-21D dan rudal balistik DF-26 milik China, yang digadang-gadang sebagai "penghancur kapal induk".

Menurut Zhou Chenming, komentator militer yang berbasis di Beijing, drone supersonik DR-8 mampu terbang lebih cepat dari D-21 milik AS, yang memiliki kecepatan maksimum Mach 3.3 (lebih dari 4.000 kilometer per jam) dan mampu menembus pertahanan udara musuh untuk mengumpulkan data intelijen dan kembali secara utuh.

Halaman:


Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X