Kembangkan Sistem Anti-Drone Korea Utara, Korsel Investasikan Dana Rp 1 Triliun

Kompas.com - 17/09/2019, 15:46 WIB
Ilustrasi drone. SHUTTERSTOCKIlustrasi drone.

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan menginvestasikan dana hingga 88 miliar won atau sekitar Rp 1 triliun untuk mengembangkan sistem pertahanan anti-serangan drone.

Sistem pertahanan yang mampu mendeteksi dan menyerang pesawat tak berawak itu disiapkan menyusul insiden penyusupan oleh drone mata-mata Korut dan diharapkan selesai pada 2023 mendatang.

Sistem pertahanan tersebut dijuluki Block-I yang dirancang untuk melacak dan menghancurkan pesawat tak berawak dan perangkat udara lainnya dengan mengunci pisau serat optik yang tak terlihat pada target dari jarak dekat.

Baca juga: China Kembangkan Drone Spiderman, Bagaimana Cara Kerjanya?

"Kami ingin memperbaiki sistem yang pada akhirnya akan mampu mencegat jet tempur hingga satelit," ujar Song Chang-joon, pejabat senior Badan Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan, dalam pernyataannya, dikutip Reuters.

Pada 2017, sebuah drone milik Korea Utara dilaporkan jatuh dan ditemukan pada sisi Selatan di Zona Demiliterisasi yang memisahkan dua Korea.

"Sekitar 550 foto dari lokasi sistem pertahanan anti-rudal AS, yang diambil menggunakan kamera bawaan, ditemukan dari dalam drone tersebut," kata seorang pejabat Korea Selatan.

Baca juga: Drone Militer Inggris Senilai Rp 102 Miliar Dilaporkan Jatuh di Dekat Sekolah Dasar

Tiga tahun sebelumnya, pada 2014, sebuah drone Korea Utara juga dilaporkan jatuh, ketika kembali ke Korea Utara setelah misi pengintaian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X