Kompas.com - 17/09/2019, 15:18 WIB
Bendera Taiwan. THINKSTOCKPHOTOSBendera Taiwan.

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan memutuskan hubungan diplomatik dengan Kepulauan Solomon setelah kecewa karena negara Pasifik itu mengalihkan pengakuan kepada China.

Bertambahnya daftar negara yang mendukung China terjadi beberapa pekan sebelum mereka memperingati 70 tahun berdirinya negara itu.

Dilansir AFP Senin (16/9/2019), pengakuan Kepulauan Solomon ke China membuat Taiwan makin terisolasi dengan hanya 16 negara yang mengakui.

Baca juga: Taiwan Minta Dukungan Negara-negara di Dunia untuk Bisa Berpartisipasi di ICAO

Menteri Luar Negeri Joseph Wu menerangkan, pemerintah sudah tahu Perdana Menteri Manasseh Sogavare memutuskan untuk mendukung Beijing.

"Karena itu, dengan ini pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kepulauan Solomon yang akan berlaku secepatnya," tegas Wu.

Dia menyatakan para diplomat Taiwan bakal ditarik dari Honiara, dan dia berharap utusan Solomon juga melakukan kebijakan yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekali lagi, pemerintah China menggunakan diplomasi uang dan janji palsu soal bantuan besar yang dipakai membeli segelintir polisi," sindir Wu.

Dari Taipei, Presiden Tsai Ing-wen mengutarakan "rasa kecewa sekaligus kecaman" atas keputusan itu. Sementara di Beijing, kebijakan Solomon disambut gembira.

"Kami menyambut Kepulauan Solomon dalam menyikapi keputusan yang sangat bersejarah ini," jelas Menteri Luar Negeri China Hua Chunying.

Sogavare yang membentuk pemerintahan koalisi setelah menang dalam pemiu April lalu, ditekan karena mereka tidak mendapat keuntungan signifikan dengan mengakui Taiwan.

Sogavare sempat mengungkapkan, dia melihat China lebih menjanjikan bagi negara miskin itu, yang kurang dari 50 persen penduduknya mendapat listik.

Selain itu, beralih ke China bakal memperkuat Solomon atas pengaruh regional, merujuk Fiji, yang disanksi Australia serta Selandia Baru atas kudeta 2006 dengan meningkatkan hubungan atas China.

Baca juga: Situasi Tak Menentu, Warga Taiwan Diperingatkan Tak Kunjungi Hong Kong

Semakin Terisolasi

Secara de facto, Taiwan merupakan negara berdaulat sejak perang saudara 1948. Tetapi China masih menganggapnya bagian provinsi yang harus mereka rebut, bahkan dengan kekerasan.

Selama bertahun-tahun, militer hingga ekonomi China bertumbuh pesat. Banyak negara di dunia, terutama Amerika Serikat (AS), mengalihkan dukungan ke Beijing.

Dalam satu pekan terakhir, hanya sekelumit negara yang masih mendukung Taiwan. Utamanya terletak di kawasan Amerika Latin dan Pasifik.

Beijing pun semakin mempersempit ruang gerak Taiwan setelah Tsai terpilih pada 2016, dan menolak mengakui kebijakan "satu China".

Negara kecil Afrika Sao Tome dan Principe merupakan yang pertama "membelot" dari Taipei dan memberikan pengakuan kepada China pada akhir 2016.

Disusul negara Afrika lain seperti Burkina Fasko dan tiga negara Amerika Latin seperti Panama, El Salvador, dan Republik Dominika.

Tsai, yang mengincar periode kedua melalui pemilu Januari tahun depan, menuduh China berusaha merendahkan moral mereka dengan memotong jalur diplomatik.

Dia menjelaskan pemilu itu sebagai "perjuangan kebebasan dan demokrasi", dan menyebut dirinya berusaha melindungi Taiwan dari Beijing.

Penantang utamanya adalah Han Kuo-yu, dari partai oposisi Kuomintang yang dikenal mempunyai hubungan dekat dengan pemerintah China.

Baca juga: Kapal Perang Angkatan Laut Kanada Dilaporkan Melintas di Selat Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.