Kim Jong Un Undang Trump ke Ibu Kota Korea Utara Pyongyang

Kompas.com - 16/09/2019, 21:12 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden AS Donald Trump berjalan bersama melintasi Garis Demarkasi Militer yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden AS Donald Trump berjalan bersama melintasi Garis Demarkasi Militer yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan mengundang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk datang ke ibu kota Pyongyang.

Kabar itu dimunculkan harian Korea Selatan (Korsel) yang mengutip sumber diplomatik berdasarkan surat yang dikirimkan pada Agustus lalu.

Dalam surat yang dikirim di pekan ketiga Agustus, Kim Jong Un mengungkapkan dia "berkeinginan" menggelar pertemuan ketiga dengan Trump.

Baca juga: Kim Jong Un Awasi Uji Coba Senjata Baru, Trump Tidak Senang

Harian JoongAng Ilbo dikutip Reuters via Asia One Senin (6/9/2019) mengungkapkan, Kim mengundang Trump untuk datang ke ibu kota Pyongyang.

Pada 9 Agustus lalu, Trump mengatakan dia mendapat "surat yang sangat indah" dari Kim. Namun, Washington tak menyebut apa isi suratnya.

Sejak Juni tahun lalu, Trump dan Kim memang bertemu sebanyak tiga kali untuk membahas solusi mengenai penghentian program nuklir dan rudal Korut.

Namun sejak pertemuan terakhir yang berlangsung di desa kepercayaan Panmunjom yang berlokasi di Zona Demiliterisasi, belum ada progres menggembirakan.

Pertemuan pertaam terjadi di Singapura pada Juni 2018. Kemudian perundingan kedua berlangsung di Hanoi, Vietnam, akhir Februari lalu.

Namun pertemuan kedua yang berlangsung selama dua hari berakhir tanpa menghasilkan keputusan maupun pernyataan dari kedua pemimpin.

Sebabnya, AS meminta supaya Korut melakukan denuklirisasi total yang bisa mereka verifikasi. Sementara Korut meminta AS mencabut sebagian sanksi.

Mereka kemudian bertemu kembali di Panmunjom pada 30 Juni yang memisahkan Korut dan Korsel di mana dua pemimpin sepakat melanjutkan agenda denuklirisasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Asia One
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X