Jika AS Ingin Gelar Perundingan Pelucutan Senjata Nuklir, Ini yang Diminta Korea Utara

Kompas.com - 16/09/2019, 16:17 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dalam sebuah pertemuan di wilayah keamanan bersama (JSA) Panmunjom di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dalam sebuah pertemuan di wilayah keamanan bersama (JSA) Panmunjom di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) mengajukan permintaan kepada Amerika Serikat ( AS) jika ingin melanjutkan perundingan pelucutan senjata nuklir.

Korut meminta kepada AS supaya menyediakan jaminan keamanan, menyembulkn harapan bahwa perkembangan dialog dalam beberapa pekan mendatang.

Baca juga: Korea Utara Kembali Tes Peluncur Roket Super Besar

Negosiasi dua negara mengalami kebuntuan sejak pertemuan kedua antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam.


Keduanya menyepakati berlanjutnya dialog pelucutan senjata nuklir setelah bertemu kembali di Zona Demiliterisasi pada akhir Juni lalu.

Pekan lalu, Pyongyang menawarkan untuk melakukan pertemuan pada akhir September. Langkah yang disebut "berani" dan diapresiasi oleh AS.

Namun dilansir AFP Senin (16/9/2019), beberapa jam setelah menawarkan dialog, Korea Utara melakukan uji coba senjata baru yang diklaimnya peluncur roket baru.

"Diskusi denuklirisasi bisa terjadi jika ancaman yang membahayakan keamanan kami dihilangkan tanpa keraguan," ujar pejabat dari Kementerian Luar Negeri Korut.

Pyongyang selalu bersikeras jaminan keamanan dibutuhkan demi tercapainya kesepakatan. Namun belum pernah mengajukannya sebagai syarat negosiasi.

Direktur jenderal departemen hubungan dengan AS itu dikutip KCNA berkata, perundingan level bawah diprediksi terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Kini, lanjut pejabat itu, bola berada di tangan Washington. Apakah mereka bakal menganggapnya sebagai peluang ataukah sekadar cara mempercepat krisis.

"Proposal yang diajukan AS, di satu sisi bisa meningkatkan relasi dua negara. Tapi di sisi lain juga bisa memperuncing sikap permusuhan," kata pejabat itu.

Meski hubungan kedua negara tengah tegang, Trump bersikeras relasinya dengan Kim baik-baik saja. Bahkan, mereka saling berkirim surat pribadi.

Kim Jong Un pernah meminta Trump untuk mengunjungi Pyongyang pada Agustus lalu, demikian dilaporkan harian Korea Selatan (Korsel) JoongAng Ilbo.

Dalam pertemuan pertama di Singapura Juni 2018, Kim dan Trump kemudian merilis kesepakatan untuk pelucutan senjata nuklir menyeluruh di Semenanjung Korea.

Namun hingga pertemuan ketiga di Panmunjom akhir Juni ini, belum ada perkembangan signifikan terkait dengan denuklirisasi yang diminta AS.

Baca juga: Dianggap Santai Hadapi Topan Lingling, Kim Jong Un Marahi Pejabat Korut

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X