Paus Fransiskus Bakal Berkunjung ke Thailand dan Jepang, Kunjungan Pertama sejak 30 Tahun Silam

Kompas.com - 13/09/2019, 18:48 WIB
Paus Fransiskus saat menghadiri Doa Angelus di Vatikan, Minggu (1/9/2019). AFP / TIZIANA FABIPaus Fransiskus saat menghadiri Doa Angelus di Vatikan, Minggu (1/9/2019).

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus akan berkunjung ke Jepang dan Thailand pada November dan menjadi kunjungan pertama sejak 30 tahun silam.

Pendahulu Paus Fransiskus, mendiang Paus Yohanes Paulus II, pergi ke Jepang pada 1981, dan kemudian bertolak ke Thailand ketika mendiang Raja Bhumibol Adulyadej bertakhta.

Dalam keterangan Vatikan dikutip AFP Jumat (13/9/2019), Paus Fransiskus bakal berkunjung ke Thailand pada 20-23 November dan kemudian Jepang pada 26 November.

Baca juga: Berkunjung ke Madagaskar, Paus Fransiskus Bakal Naik Mobil Buatan Lokal

Selama di Jepang, agenda Paus kelahiran Argentina itu antara lain mengunjungi Nagasaki dan Hiroshima, dua kota yang terkena bom atom pada 1945.

Sementara di Bangkok, Paus Fransiskus bakal memimpin upacara keagamaan dan melakukan kunjungan pastoral ke berbagai komunitas Katolik setempat.

Monsignor Vissanu Thanya-anan dari Konferensi Waligereja Thailand menerangkan, pemimpin Gereja Katolik Roma itu akan menghelat dua misa.

Kunjungan kepausan selama empat hari itu sebagai bagian dari peringatan 350 tahun berdirinya "Misi Siam" yang digagas Paus Clement IX pada 1669.

Hari ini dilaporkan terdapat sekitar 380.000 komunitas Kristen yang menjadi satu persen dalam keseluruhan populasi di Negeri "Gajah Putih" itu.

Sementara etnis seperti Montagnards yang melarikan diri dari persekusi agama di negara tetangga Vietnam juga mendiami Thailand demi mencari suaka.

Suster Ana Rosa Sivori, sepupu Paus Fransiskus yang mengelola sekolah putri Katolik di timur laut Thailand mengatakan, kunjungan saudaranya ke Thailand demi memantapkan hubungan lintas agama.

"Kunjungan ini menunjukkan keinginannya demi memberi pesan perdamaian," ujar Suster Sivori yang melanjutkan, kemungkinan bakal ada waktu pribadi dengan Paus Fransiskus.

Baca juga: Sebelum Tunjuk 13 Kardinal Baru, Paus Fransiskus Terjebak di Lift Selama 25 Menit

Situs Bom

Vatikan juga memberikan detail kunjungan Paus yang menjabat sejak 2013 itu. Kunjungan tersebut awalnya sudah diumumkan sejak Januari lalu.

Bagi Paus Fransiskus, Jepang memberikan kesan baginya. Sebab awalnya, dia berencana menjadi misionaris di sana saat muda. Namun, cita-citanya terhambat karena kanker paru-paru.

Selama berkunjung ke negara dengan populasi umat Katolik mencapai 450.000 orang itu, Paus Fransiskus direncanakan bakal mendatangi Tokyo, Hiroshima, dan Nagasaki.

Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di pengujung Perang Dunia pada Agustus 1945.

Lebih dari 140.000 orang tewas akibat ledakan di Hiroshima. Sementara di kota pelabuhan Nagasaki, tercatat 74.000 orang tewas.

Pada Januari 2018, dia mencetak kartu bergambar foto 1945 korban bom atom Nagasaki. Menambahkan kalimat "buah dari perang" dalam bahasa Italia.

Foto yang diabadikan jurnalis AS Joe O'Donnell itu menunjukkan seorang bocah membopong jenazah adiknya di punggung sembari menunggu giliran kremasi.

Baca juga: Paus Fransiskus Tunjuk Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Jadi Kardinal



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X