Media AS Kabarkan Ada Mata-mata di Dalam Pemerintahan Putin, Ini Reaksi Rusia

Kompas.com - 12/09/2019, 17:56 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di selam KTT G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Rusia Vladimir Putin ketika berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di selam KTT G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019).

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia bereaksi atas kabar yang dipublikasikan media AS bahwa ada mata-mata yang menyusup di pemerintahan Presiden Vladimir Putin dengan menyebutnya bohong.

Sebelumnya, media AS memberitakan bahwa si agen rahasia itu punya akses ke ruangan Putin. Bahkan, dia bisa mengirim foto dokumen apa saja yang ada di meja sang presiden.

Berdasarkan pemberitaan CNN sebagaimana diberitakan Sky News Rabu (11/9/2019), si mata-mata menyediakan informasi intelijen bagi AS selama 10 tahun.

Baca juga: Media Rusia Ungkap Identitas Mata-mata yang Diselamatkan oleh AS

Kemudian The New York Times melaporkan dia menjadi sosok sentral Badan Intelijen Pusat AS (CIA) soal dugaan intervensi Rusia dalam Pilpres 2016.

Berkat data yang disediakan si mata-mata, CIA menyimpulkan Putin tak hanya memerintahkan langsung intervensi itu. Tapi dia juga menjagokan Donald Trump daripada Hillary Clinton.

CNN kemudian mewartakan bahwa si agen rahasia itu terpaksa ditarik dari Rusia setelah muncul kekhawatiran bahwa Trump bakal membuka identitasnya 2017 lalu.

Keputusan ekstraksi itu muncul setelah Trump menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dan Duta Besar Rusia untuk AS saat itu, Sergey Kislyak.

Media Rusia kemudian mengidentifikasinya sebagai Oleg Smolenkov. Dia disebut menghilang bersama istri, Antonina> dan tiga anaknya ketika berlibur ke Montenegro.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov menanggapi dengan menyatakan Smolenkov tidak punya peran apa pun karena sejak awal, tidak ada intervensi dalam pilpres.

"Apa yang terjadi pada kami hanyalah kebohongan yang ditumpuk di atas kebohongan lain, serta fitnah berlipat yang ditujukan kepada kami," sindir Ryabkov.

Meski begitu, juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov mengakui bahwa Smolenkov memang pernah bekerja di Kremlin. Namun, Peskov menegaskan dia sudah dipecat.

"Kami tidak tahu apakah yang bersangkutan mata-mata atau bukan. Pertanyaan itu paling tepat diajukan kepada dinas intelijen. Mereka yang menjalankan tugasnya," katanya.

Peskov kemudian menambahkan, dia membantah laporan bahwa Smolenkov merupakan pejabat tinggi Rusia. Peskov menyatakan Smolenkov tak punya akses ke ruangan Putin.

Kantor berita Rusia RIA memberitakan terdapat rumah dengan nama Oleg Smolenkov di Stafford, dekat Washington, kawasan yang dihuni mantan militer hingga agen FBI.

Tetangga yang bernama Greg Tally mengungkapkan si pemilik rumah mempunyai aksen Rusia, dan pergi dengan terburu-buru ketika dia melihat adanya jurnalis.

Ketika wartawan RIA mencoba mendekati rumah itu, tidak ada aktivitas di dalamnya dengan gorden ditutup, serta tidak ada yang menjawab panggilan.

Baca juga: Tarik Mata-mata dari Rusia, AS Alami Kebutaan



Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X