Jenazah Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Bakal Dimakamkan di Kampung Halaman Pekan Depan

Kompas.com - 12/09/2019, 15:53 WIB
Presiden Robert Mugabe menghadiri wisuda di sebuah universitas di Harare, Jumat (17/11/2017). Ini adalah penampilan publik pertama Mugabe setelah intervensi militer. AFPPresiden Robert Mugabe menghadiri wisuda di sebuah universitas di Harare, Jumat (17/11/2017). Ini adalah penampilan publik pertama Mugabe setelah intervensi militer.

HARARE, KOMPAS.com - Jenazah mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe bakal dimakamkan di kampung halaman pada pekan depan. Bukan di taman makam pahlawan setempat.

Pernyataan itu disampaikan keluarga sekaligus menjawab spekulasi apakah dia bakal dimakamkan di Kutama, ataukah taman makam pahlawan di ibu kota Harare.

Keponakan Robert Mugabe, Leo Mugabe mengatakan jenazah sang paman bakal dibawa ke kampung halaman di Kutama pada Minggu malam waktu setempat (15/9/2019).

Baca juga: Jenazah Robert Mugabe Diperkirakan Tiba di Zimbabwe Rabu Pekan Depan


Setelah itu, dia dimakamkan dalam upacara antara Senin (16/9/2019) atau Selasa (17/9/2019). "Keputusan itu dibuat oleh seluruh keluarga," kata Leo.

Dilansir AFP Kamis (12/9/2019), Mugabe yang dilengserkan dalam kudeta militer 2017 lalu, meninggal dunia pada usia 95 tahun di Singapura Jumat pekan lalu (6/9/2019).

Rakyat Zimbabwe terbelah dalam menanggapi sosok yang awalnya dielu-elukan sebagai pembebas dari kolonial Inggris, namun kemudian dianggap diktator.

Kepemimpinan tiran dan kesalahan dalam mengurus ekonomi membuat jutaan warganya mengungsi di tengah gempurna hiperinflasi, dan kekurangan makanan hingga obat.

Setelah jenazahnya dipulangkan dari Singapura, prosesi pemakaman Mugabe menjadi bahan perdebatan antara pihak keluarga dengan pemerintah Zimbabwe.

Presiden Emmerson Mnangagwa sempat mendeklarasikan Mugabe sebagai pahlawan nasional, di mana seharusnya dia dimakamkan di taman makam pahlawan.

Tetapi keluarga kemudian mengklaim bahwa tetua suku di kampung halaman di region Zvimba yang berhak menentukan di mana jenazahnya bakal dibaringkan.

Sejumlah anggota keluarga nampaknya masih kesal dengan fakta Robert Mugabe dilengserkan, terlebih oleh Mnangagwa yang notabene merupakan sekutunya sendiri.

Mugabe memecat Mnangagwa dengan banyak pihak menduga langkah itu dilakukan demi memuluskan jalan sang istri, Grace Mugabe, menjadi orang nomor satu Mugabe.

Presiden China Xi Jinping, mantan Pemimpin Kuba Raul Castro, hingga puluhan pemimpin Afrika diprediksi bakal hadir dalam upacara Sabtu besok (14/9/2019).

Baca juga: Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe yang Meninggal Bakal Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber AFP
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X