BJ Habibie dan Jasa Mendiang Kanselir Jerman dalam Proses Demokrasi Indonesia

Kompas.com - 12/09/2019, 10:40 WIB
Presiden Republik Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie usai menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Habibie mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Kompas.com/SHERLY PUSPITAPresiden Republik Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie usai menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Habibie mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - BJ Habibie dan Jerman. Dua kata itu tidak bisa dipisahkan jika membicarakan sosok presiden ketiga Indonesia yang berkuasa pada 1998 hingga 1999 itu.

Selepas menamatkan pendidikan di ITB, Habibie sedianya ingin memperdalam ilmu dalam studi penerbangan dan aeronautika di Universitas Teknologi Delft, Belanda.

Namun karena alasan politik, dia berpindah ke Aachen, Jerman, di mana dia memutuskan belajar di Universitas Aachen RWTH hingga mendapatkan gelar insinyur.

Baca juga: BJ Habibie dan Celotehan Titik Merah Kecil yang Malah Bikin Singapura Bangga


Di Jerman, BJ Habibie tidak hanya mempelajari soal ilmu penerbangan. Tetapi juga politik. Salah satunya adalah kedekatan dengan mendiang Kanseiir Helmut Schmidt.

Ketika Schmidt meninggal pada 10 November 2015, Habibie mengatakan jika tak berkawan dengan tokoh sosial demokratik itu, mungkin tidak ada demokratik model Barat di Indonesia.

"Helmut Schmidt bapak intelektual saya," kata Habibie kepada media Jerman seusai menghadiri upacara penghormatan pada 2015, seperti dikutip Deutsche Welle Rabu (11/9/2019).

Presiden ketiga Indonesia yang meninggal pada Rabu petang itu menuturkan, dari Schmidt dia bisa belajar menyelesaikan masalah politik, namun juga realistis.

Habibie mengungkapkan Schmidt menjadi pijakan bagi kebijakannya ketika memasang pondasi demokrasi, antara lain dengan UU Kebebasan Pers dan UU Pemilu yang baru.

Pada 1999, untuk pertama kalinya Indonesia bisa melangsungkan pemilu secara demokratis, dengan diikuti 49 partai politik. Selain itu, dia juga membebaskan para tahanan politik di masa pendahulunya, Soeharto.

BJ Habibie sempat menyatakan, kanselir yang menjabat pada 1974-1982 itu adalah negarawan besar yang sering memberikannya nasihat dalam pengembangan demokrasi Tanah Air.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X