Di Peringatan 18 Tahun Tragedi 9/11, Trump Berjanji Hantam Taliban Lebih Keras

Kompas.com - 12/09/2019, 08:45 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania mengheningkan cipta di Sayap Selatan Gedung Putih dalam peringatan 18 tahun tragedi 11 September 2001, atau 9/11, pada 11 September 2019. AFP/NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ibu Negara Melania mengheningkan cipta di Sayap Selatan Gedung Putih dalam peringatan 18 tahun tragedi 11 September 2001, atau 9/11, pada 11 September 2019.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump berjanji bakal menghantam Taliban lebih keras dalam peringatan 18 tahun tragedi 11 September 2001, atau 9/11.

Pidato Trump terjadi setelah dia membatalkan apa yang bakal menjadi perundingan damai bersejarah bagi Afghanistan, di mana kerabat korban tewas memperingati serangan mematikan di New York dan Washington.

Trump berbicara di Pentagon dalam peringatan 9/11, serangan yang membunuh hampir 3.000 orang, dengan mengumumkan peningkatan serangan terhadap Taliban.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tragedi 9/11 dan Kisah Tak Terungkap di Baliknya

Dilansir AFP Rabu (11/9/2019), dia mengatakan selama empat hari terakhir, pasukan AS sudah "menghantam musuh lebih kerasa dan bakal terus berlanjut".

Penyebab serangan tidak diketahui secara pasti. Tapi Trump mengklaim dia memerintahkannya setelah dia membatalkan agenda pertemuan rahasia dengan Taliban.

Pembatalan itu disebut merupakan aksi balasan setelah pada pekan lalu, Taliban mengaku melakukan serangan bom yang menewaskan 12 orang, dengan satu di antaranya tentara AS.

Trump kemudian memperingatkan kepada kelompok ekstremis untuk tidak mencoba menyerang daratan AS. Dia mengancam bakal menghancurkan mereka jika berani menyerang.

"Saya bahkan belum berbicara tentang senjata nuklir. Yang jelas, mereka bakal mengalami sesuatu yang belum pernah dihadapi sebelumnya," tegas Trump.

Komentar patriotik itu datang setelah Al Qaeda yang merupakan dalang tragedi 9/11 menyerukan serangan terhadap kepentingan AS, Eropa, Israel, hingga Rusia.

Berdasarkan laporan Site Intelligence Group, dalam video berdurasi 33 menit itu, pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri mengkritik adanya sikap "berbalik arah".

Di Twitter Sabtu (7/9/2019), Trump berkata dia hendak bertemu dengan pemimpin Taliban di fasilitas istirahat kepresidenan yang berlokasi di Camp David.

Keputusan itu menuai kemarahan tak hanya dari kalangan politisi. Namun juga kerabat korban karena menjelang peringatan serangan di World Trade Center (WTC) dan Pentagon.

Kerabat dari korban, penyintas, polisi, pemadam kebakaran, dan pemimpin kota berkumpul di Ground Zero, atau lokasi berdirinya menara kembar WTC sebelum diserang Al Qaeda.

Baca juga: YouTube Tak Sengaja Hubungkan Kebakaran Notre Dame ke Tragedi 9/11

"Pahlawan Amerika"

Mereka mengheningkan cipta pada pukul 08.46 dan 09.03 waktu setempat. Waktu di mana dua pesawat yang dibajak teroris Al Qaeda menghantam menara Utara dan Selatan.

Dalam tradisi tahunan itu, para kerabat membacakan nama korban tewas, dan sesekali memberi komentar dalam upacara yang berlangsung selama empat jam itu.

"Kami mencintaimu. Kami merindukanmu. Kalian akan selalu menjadi pahlawan Amerika," kata seorang perempuan seusai membacakan nama saudara dan sepupunya.

Setelah itu para kerabat saling berpelukan dan menguatkan serta meninggalkan mawar. Ada juga yang menaruh plakat berisi foto keluarga mereka yang terbunuh.

Bagpipes pun dimainkan sebelum polisi berjalan menuju lokasi upacara sambil membawa bendera AS sebelum lagu kebangsaan mereka berkumandang.

Gubernur New York Andrew Cuomo, Wali Kota New York Bill de Blasio beserta dua pendahulunya, Michael Bloomberg dan Rudy Giuliani, hadir dalam upacara.

Trump dan Ibu Negara Melania menyambut keluarga korban dan penyintas di Gedung Putih, di mana mereka juga mengheningkan cipta sebelum Trump berpidato di Pentagon.

Al Qaeda membajak dua pesawat dari maskapai United Airlines dan American Airlines. Namun salah satunya jatuh di lapangan di Shanksville, Pennsylvania.

Selain yang terbunuh dalam tragedi 9/11. ribuan petugas penyelamat, pekerja konstruksi, dan warga menderita penyakit setelah menghirup gas beracun dari bawah Manhattan.

Baca juga: Cerita Purnomo Yusgiantoro tentang Megawati yang Tak Takut Peristiwa 9/11



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X