Kompas.com - 12/09/2019, 08:45 WIB

Di Twitter Sabtu (7/9/2019), Trump berkata dia hendak bertemu dengan pemimpin Taliban di fasilitas istirahat kepresidenan yang berlokasi di Camp David.

Keputusan itu menuai kemarahan tak hanya dari kalangan politisi. Namun juga kerabat korban karena menjelang peringatan serangan di World Trade Center (WTC) dan Pentagon.

Kerabat dari korban, penyintas, polisi, pemadam kebakaran, dan pemimpin kota berkumpul di Ground Zero, atau lokasi berdirinya menara kembar WTC sebelum diserang Al Qaeda.

Baca juga: YouTube Tak Sengaja Hubungkan Kebakaran Notre Dame ke Tragedi 9/11

"Pahlawan Amerika"

Mereka mengheningkan cipta pada pukul 08.46 dan 09.03 waktu setempat. Waktu di mana dua pesawat yang dibajak teroris Al Qaeda menghantam menara Utara dan Selatan.

Dalam tradisi tahunan itu, para kerabat membacakan nama korban tewas, dan sesekali memberi komentar dalam upacara yang berlangsung selama empat jam itu.

"Kami mencintaimu. Kami merindukanmu. Kalian akan selalu menjadi pahlawan Amerika," kata seorang perempuan seusai membacakan nama saudara dan sepupunya.

Setelah itu para kerabat saling berpelukan dan menguatkan serta meninggalkan mawar. Ada juga yang menaruh plakat berisi foto keluarga mereka yang terbunuh.

Bagpipes pun dimainkan sebelum polisi berjalan menuju lokasi upacara sambil membawa bendera AS sebelum lagu kebangsaan mereka berkumandang.

Gubernur New York Andrew Cuomo, Wali Kota New York Bill de Blasio beserta dua pendahulunya, Michael Bloomberg dan Rudy Giuliani, hadir dalam upacara.

Trump dan Ibu Negara Melania menyambut keluarga korban dan penyintas di Gedung Putih, di mana mereka juga mengheningkan cipta sebelum Trump berpidato di Pentagon.

Al Qaeda membajak dua pesawat dari maskapai United Airlines dan American Airlines. Namun salah satunya jatuh di lapangan di Shanksville, Pennsylvania.

Selain yang terbunuh dalam tragedi 9/11. ribuan petugas penyelamat, pekerja konstruksi, dan warga menderita penyakit setelah menghirup gas beracun dari bawah Manhattan.

Baca juga: Cerita Purnomo Yusgiantoro tentang Megawati yang Tak Takut Peristiwa 9/11

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.