Rusia: Robot Tidak Bisa Gantikan Astronot di Luar Angkasa

Kompas.com - 11/09/2019, 22:15 WIB
Robot astronot Fedor yang dikirim Rusia bersama astronot Alexander Alexandrovich, saat berfoto bersama di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). TWITTER / @FEDOR37516789Robot astronot Fedor yang dikirim Rusia bersama astronot Alexander Alexandrovich, saat berfoto bersama di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia telah mengirimkan sebuah robot humanoid bernama Fedor untuk misi selama 10 hari ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Misi tersebut telah rampung dijalankan dan Rusia mencapai kesimpulan bahwa robot tersebut tidak dapat menggantikan peran kosmonot dalam misi perjalanan luar angkasa.

" Robot itu tidak akan diterbangkan lagi ke sana. Tidak ada lagi yang perlu dilakukannya di sana, dia sudah menyelesaikan misinya," kata Yevgeny Dudorov, direktur eksekutif pengembang robot Androidnaya Tekhnika, kepada kantor berita RIA Novosti, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Fedor, Robot Manusia yang Dikirim Rusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Dudorov mengatakan bahwa robot berbentuk manusia itu tidak dapat memenuhi tugas yang diberikan yakni untuk menggantikan astronot manusia dalam perjalanan luar angkasa yang panjang dan berisiko.

Robot bernama "Fedor", yang merupakan singkatan dari Final Object Demonstration Research atau Riset Demonstrasi Objek Akhir, dengan nomor identifikasi Skybot F850 itu, semula dibangun untuk membantu para astronot di stasiun luar angkasa.

"Tetapi Fedor ternyata memiliki desain yang tidak bekerja dengan baik di luar angkasa. Memiliki tinggi 180 sentimeter, kaki panjangnya tidak berguna saat berjalan di luar angkasa," kata Dudorov.

Badan Antariksa Rusia mengatakan, kaki-kaki robot itu tidak dapat bergerak selama perjalanan di luar angkasa dan Fedor tidak diprogram untuk bergerak dengan menggengam pegangan tangan di stasiun luar angkasa dalam kondisi gravitasi mikro.

Baca juga: Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Dudorov mengatakan, para mengembang sedang membuat sketsa rencana untuk pengganti yang harus sesuai dengan tuntutan tugas bekerja di luar pesawat.

Robot Fedor diberangkatkan ke ISS pada 22 Agustus lalu dan memasuki stasiun luar angkasa yang mengorbit lima hari kemudian.

Di stasiun luar angkasa itu, robot tersebut sempat berfoto sambil memegang bendera Rusia bersama kosmonot yang ditugaskan untuk melatih robot itu sebelum dikirim kembali ke Bumi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X