Korea Utara Kembali Tes Peluncur Roket Super Besar

Kompas.com - 11/09/2019, 17:41 WIB
Foto yang diambil oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 10 September 2019, dan dirilis 11 September 2019 memperlihatkan sebuah rudal meluncur dari sistem peluncur roket ganda yang ditembakkan dari sebuah lokasi rahasia. AFP/KCNA VIA KNSFoto yang diambil oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 10 September 2019, dan dirilis 11 September 2019 memperlihatkan sebuah rudal meluncur dari sistem peluncur roket ganda yang ditembakkan dari sebuah lokasi rahasia.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba peluncur roket ganda super besar. Bentuk provokasi baru yang dilakukan Pyongyang.

Menurut militer Korea Selatan (Korsel), Korut meluncurkan "proyektil tak teridentifikasi" dari area Kaechon di Provinsi Pyongan Selatan, dan terbang sejauh 330 km.

Baca juga: Korea Utara Diyakini Kembangkan Rudal Berteknologi Canggih

Peluncuran itu terjadi setelah Korea Utara menyatakan mereka siap menggelar perundingan membahas denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS) pada September ini.


Menurut kantor berita KCNA dilansir AFP Rabu (11/9/2019), Kim Jong Un sendiri yang memberikan pengarahan atas uji coba senjata baru negara komunis itu.

" Peluncur roket ganda berukuran super besar langsung diuji coba dengan disaksikan oleh Pemimpin Kim sekitar dua pekan lalu." Demikian pemberitaan KCNA.

Media pemerintah itu memberitakan uji coba tersebut bertujuan untuk memastikan waktu penempatan militer, dengan rangkaian tes lanjutan bakal diagendakan.

"Yang masih harus dilakukan saat ini adalah menjalankan tes pengapian yang menjadi inti dari peluncur roket ganda," ujar KCNA dalam ulasannya.

Senin (9/9/2019), Wakil Menteri Luar Negeri Choe Son Hui mengatakan mereka siap untuk duduk dan berunding dengan AS, di mana waktu dan tempat bakal diumumkan kemudian.

Kim dan Presiden AS Donald Trump mengadopsi pernyataan "denuklirisasi menyeluruh Semananjung Korea" saat pertama kali bertemu di Singapura Juni 2018 lalu.

Pembicaraan itu sempat buntu setelah pertemuan kedua Kim dan Trump yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari gagal menghasilkan keputusan apa pun.

Tapi setelah itu, kedua pemimpin sepakat melanjutkan pembicaraan saat bertemu di Zona Demiliterisasi Juni. Namun hingga kini, agenda tersebut urung terlaksana.

Baca juga: Setelah Menawarkan Bertemu AS, Korea Utara Tembakkan Proyektil

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber AFP
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X