Kompas.com - 11/09/2019, 16:48 WIB

Kontributor The Washington Post itu mengatakannya setelah salah satu dari skuad eksekutor hendak memasukkan kepala Khashoggi ke dalam kantong plastik.

Setelah itu dalam transkrip tertulis suara ketika jenazah jurnalis berusia 59 tahun itu dimutilasi pada pukul 13.39 waktu setempat. Prosesnya memakan waktu 30 menit.

Hingga saat ini, jenazah Khashoggi belum ditemukan. Otoritas Turki menyebut Khashoggi dihabisi dalam "pembunuhan berencana" yang dilakukan pemerintah Saudi.

Pejabat Saudi kemudian membantah dengan menyatakan Khashoggi dibunuh oleh "organisasi serampangan" setelah sebelumnya menyebut si wartawan keluar dengan selamat.

Baca juga: Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Arab Saudi Serukan Boikot ke Turki

"Saya Mendengarkan Musik Sebelum Memotong"

Otoritas Arab Saudi mengadili 11 orang, dengan lima di antaranya dituntut hukuman mati dengan tuduhan memerintahkan dan melaksanakan pembunuhan.

Adapun Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menyimpulkan MBS, julukan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, terlibat yang segera dibantah Riyadh.

Sabah kemudian melansir percakapan di antara tim pembunuh. Antara lain ketika Mutreb menanyakan apakah memungkinkan jika jenazah Khashoggi dimasukkan dalam tas.

Salah Mohammed Abdah Tubaigy yang merupakan dokter forensik mengatakan tidak bisa. Sebab selain berat, diketahui Khashoggi merupakan pria yang tinggi.

Tubaigy juga mengaku dia tidak pernah berurusan dengan jenazah yang baru saja meninggal. Namun, dia menyanggupi memutilasinya dalam waktu cepat.

Dia menuturkan ketika mengerjakan kadaver, dia selalu menaruh earphone dan mendengarkan musik. Sesekali dia menyesap kopi dan mengisap sebatang rokok.

"Setelah jenazah ini dimutilasi, kalian akan membungkus setiap potongannya dengan plastik. Taruh di koper, dan bawa keluar gedung," perintah Tubaigy.

Kabar pembunuhan Khashoggi memunculkan reaksi kecaman dari dunia internasional, dengan Saudi dilaporkan melakukan berbagai cara untuk memulihkan citra.

April lalu, The Post memberitakan Riyadh memberikan empat anak Khashoggi empat rumah masing-masing senilai jutaan dollar dan kompensasi bulanan.

Baca juga: Trump Marah soal Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, tetapi...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.