Kualitas Udara di Singapura Terancam Jadi Tidak Sehat gara-gara Kebakaran Hutan Indonesia

Kompas.com - 11/09/2019, 06:06 WIB
Ojek perahu menembus kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (9/9/2019) pagi. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melalui satelit Terra/Aqua pada Senin (9/9) terpantau 1.278 titik panas di Sumatera. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANOjek perahu menembus kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (9/9/2019) pagi. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melalui satelit Terra/Aqua pada Senin (9/9) terpantau 1.278 titik panas di Sumatera.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Kualitas udara di Singapura mulai memasuki tingkatan tidak sehat akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia.

Menurut Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura, tingkat kualitas udara dapat menjadi tidak sehat bahkan memburuk apabila situasi kabut asap di Sumatra dan Kalimantan tidak segera teratasi.

Pada pembacaan Indeks Standar Polutan (PSI) selama 24 jam pada Selasa (10/9/2019), pukul 20.00 malam waktu setempat, berada di kisaran sedang, yakni antara 85 dan 96.

Kualitas udara akan berada pada tingkatan tidak sehat apabila hasil pembacaan PSI tersebut berada pada angka 101 hingga 200.


Baca juga: Kabut Asap Kebakaran Hutan, Menyebar ke Perbatasan Malaysia hingga Siswa Sekolah Dipulangkan

Dilansir Channel News Asia, pembacaan untuk konsentrasi PM 2.5, yakni partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron, selama satu jam masih berada di kisaran normal pada sekitar pukul 20.00 malam.

"Secara keseluruhan, PSI dalam 24 jam ke depan diperkirakan akan berada di ambang batas atas kisaran moderat," kata NEA dalam pernyataan kepada media.

"Tergantung pada kondisi angin, PSI (di Singapura) bisa memasuki kisaran tidak sehat jika situasi kabut asap di Sumatra terus berlanjut atau memburuk," lanjut keterangan badan tersebut.

Sebanyak 537 titik api terdeteksi di Sumatra pada Selasa (10/9/2019). Angka tersebut meningkat tajam dari 380 titik api yang dilaporkan pada sehari sebelumnya.

Baca juga: Kabut Asap Melanda, Kenali Gejala ISPA yang Mengintai Anda

" Kabut asap sedang hingga pekat terus memancar dari titik api yang terus-menerus di Provinsi Riau dan Jambi," kata NEA dalam pernyataannya.

Kondisi tersebut diperburuk dengan adanya 749 titik api yang terdeteksi di Pulau Kalimantan.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah bagian di Sumatra dan Kalimantan dalam beberapa pekan terakhir, mendorong pemerintah Indonesia untuk mengirim tentara dan polisi untuk membantu memadamkan api.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X