Di Hadapan PBB, Pakistan Peringatkan Ancaman Genosida di Kashmir

Kompas.com - 10/09/2019, 20:30 WIB
Petugas keamanan India berjaga-jaga di jalanan yang sepi di wilayah Kashmir yang dalam status penguncian dan pemberlakukan jam malam, pada Kamis (8/8/2019). AFP / TAUSEEF MUSTAFAPetugas keamanan India berjaga-jaga di jalanan yang sepi di wilayah Kashmir yang dalam status penguncian dan pemberlakukan jam malam, pada Kamis (8/8/2019).

JENEWA, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan membawa isu pendudukan militer India di wilayah Kashmir ke dalam forum hak asasi manusia di PBB dan memperingatkan ancaman terjadinya genosida.

Disampaikan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi di hadapan forum, pada Selasa (10/9/2019), bahwa pendudukan militer ilegal oleh India di wilayah mayoritas Muslim di Kashmir dapat memicu timbulnya ketakutan akan terjadinya genosida.

"Kesedihan dan trauma dari kota-kota, pegunungan, dataran, dan lembah di Jammu dan Kashmir yang diduduki India menggema hari ini, dengan kengerian tentang Rwanda, Srebrenica, Rohingya, dan pogrom di Gujarat, sebagai pengingat," kata Qureshi, kepada Dewan HAM PBB.

Baca juga: Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir


"Orang-orang di Jammu dan Kashmir yang diduduki India telah melihat yang terburuk.. Saya merinding menyebut kata genosida di sini, tapi saya harus."

"Orang-orang Kashmir di wilayah pendudukan, sebagai kelompok orang-orang satu negara, etnis, ras, dan kepercayaan, menghadapi ancaman besar terhadap kehidupan, cara hidup, dan mata pencaharian mereka dari rezim pembunuh, misoginis, dan xenofobik," lanjutnya, dikutip Reuters.

Tidak ada komentar langsung yang datang dari perwakilan India di dewan HAM PBB.

India dan Pakistan sama-sama menguasai sebagian wilayah Kashmir dan pada saat yang sama mengklaim seluruh wilayah yang disengketakan itu.

Baca juga: India Kecam Campur Tangan Dunia Internasional dalam Masalah Kashmir

Kedua negara telah dua kali berperang di wilayah itu dan kerap kali terlibat baku tembak di garis kontrol sepanjang 740 kilometer yang merupakan perbatasan de facto.

Otoritas India telah membanjiri lembah Kashmir dengan pasukan militer, membatasi pergerakan, serta memutus layanan komunikasi, setelah Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan penghapusan status otonomi khusus wilayah itu pada 5 Agustus lalu.

Layanan komunikasi, termasuk internet, di Kashmir yang diduduki India masih dibatasi hingga saat itu.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber Reuters
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X