Tentaranya Tewas karena Serangan Bom Jadi Sebab Trump Batalkan Pertemuan dengan Taliban

Kompas.com - 10/09/2019, 09:32 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menekankan dia membatalkan pertemuan rahasia dengan Taliban menyusul serangan bom yang menewaskan satu tentaranya.

Pada akhir pekan kemarin, dia mengumumkan pembatalan negosiasi yang berlangsung di Camp David antara dirinya dengan kelompok yang dianggap pemberontak di Afghanistan itu.

Dilansir BBC Senin (9/9/2019), kedua belah pihak seharusnya bisa memantapkan perundingan damai ketika Trump tiba-tiba membatalkan pertemuan rahasia itu.

Baca juga: Trump: Perundingan Damai dengan Taliban Sudah Mati

Taliban menyatakan bahwa membatalkan pertemuan itu bakal membuat AS lebih "menderita", meski mereka kemudian melanjutkan masih membuka pintu negosiasi.

Kepada awak media di Washington, Trump menuturkan serangan bom di Kabul yang menewaskan 12 orang, termasuk satu tentara AS, merupakan "kesalahan besar".

"Mereka mengira jika mereka membunuh lebih banyak orang, maka perbuatan itu bisa meningkatkan daya tawar mereka dalam proses perundingan damai," ujarnya.

Jelang bertolak ke Carolina Utara untuk urusan kampanye, presiden 73 tahun itu mengakui dia sendiri yang mempunyai ide untuk menggelar pertemuan rahasia dengan Taliban.

Selain itu di sela berdiskusi dengan Taliban, dia berencana bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. "Adalah ide saya juga untuk membatalkannya," katanya.

"Saya membatalkan pertemuan di Camp David karena mereka melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya mereka lakukan," kecam Trump merujuk kepada serangan bom.

Dukungan bagi Trump untuk membatalkan negosiasi datang dari sejumlah politisi Republik. Seperti Senator Ron Johnson yang mengatakan dia senang rencana itu batal.

Dia menuturkan pembicaraan memang harus ditempuh jika menginginkan perdamaian. "Tetapi saat ini, mereka (Taliban) sudah membunuh banyak orang," kata Johnson dikutip AFP.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X