Dampak Gelombang Panas Landa Perancis, Hampir 1.500 Orang Meninggal

Kompas.com - 10/09/2019, 08:33 WIB
Sekelompok pemuda bermain voli di sebuah kolam air mancur di Paris, Perancis. AFP via BBCSekelompok pemuda bermain voli di sebuah kolam air mancur di Paris, Perancis.

PARIS, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Perancis menyatakan, hampir 1,500 orang meninggal akibat terkena dua gelombang panas yang melanda negara itu pada musim panas tahun ini.

Berbicara kepada radio France Inter, Agnes Buzyn mengungkapkan jumlah itu menurun jauh jika dibandingkan fenomena alam yang terjadi pada 2003 silam.

Baca juga: Spanyol Dilanda Gelombang Panas: Neraka Sudah Datang

Sebagaimana diwartakan Sky News Senin (9/9/2019), gelombang panas yang terjadi pada 2003 silam dilaporkan sudah menewaskan sekitar 15.000 orang.

Dalam wawancaranya, Buzyn mengatakan serangan panas pada 2003 berlangsung selama 20 hari. Sementara gelombang panas pertengahan 2019 ini terjadi 18 hari.

"Kami berhasil menekan angka kematian setidaknya hingga 10 kali lipat herkat berbagai kebijakan yang bersifat mencegah dampak," terang Buzyn.

Berdasarkan data kementerian kesehatan, total 1.465 meninggal. Rinciannya 567 meninggal saat gelombang panas Juni, kemudian 868 saat serangan panas Juli lalu.

Merujuk kepada informasi tersebut, rata-rata jumlah kematian yang dilaporkan mengalami peningkatan 9,1 persen selama periode itu, dengan sebagian besar berusia di atas 75 tahun.

Perancis mengalami hari terpanas dalam sejarah Juni lalu, di mana temperatur mencapai 46 derajat Celsius di Verargues, sebuah kota di kawasan selatan.

Gelombang panas kedua kemudian menghantam Negeri "Anggur" Juli lalu, di mana sejumlah kawasan tercatat mengalami suhu yang mencapai 40 derajat Celsius.

Adapun selain di Perancis, suhu panas yang menghantam Benua Eropa membuat negara-negara di sana mencatat peningkatan suhu.

Pada Juli lalu, misalnya. institut perkiraan cuaca Belanda melalui kepalanya, David Dehenauw mengatakan, mereka mendapat laporan suhu 40,6 derajat Celsius.

Temperatur itu terekam berada di pangkalan militer Kleine-Brogel, sekitar 100 kilometer timur laut ibu kota Brussels, dan berbatasan dengan Belanda.

Karena suhu panas tersebut, dua bandar narkoba sampai harus meminta bantuan kepada polisi untuk mengeluarkan mereka karena terjebak di kontainer.

Baca juga: Belasan Monyet di India Ditemukan Mati di Hutan, Diduga karena Gelombang Panas

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Wabah Virus Corona, Turki dan Pakistan Tutup Pintu Perbatasan dengan Iran

Internasional
Presiden Xi Jinping: Virus Corona adalah Darurat Kesehatan Terbesar China

Presiden Xi Jinping: Virus Corona adalah Darurat Kesehatan Terbesar China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X