Trump: Perundingan Damai dengan Taliban Sudah Mati

Kompas.com - 10/09/2019, 06:53 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berpidato di Washington Senin (5/8/2019) terkait dua penembakan massal yang terakhir akhir pekan lalu yang menewaskan 31 orang. AFP/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didampingi Wakil Presiden Mike Pence berpidato di Washington Senin (5/8/2019) terkait dua penembakan massal yang terakhir akhir pekan lalu yang menewaskan 31 orang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, perundingan damai dengan Taliban sudah "mati" menyusul pembatalan pertemuan rahasia dengan pemberontak Afghanistan itu.

"Mereka sudah mati. Sejauh yang saya tahu, (perundingan damai) itu sudah mati," kata presiden dari Partai Republik itu kepada awak media di Washington.

Pernyataan itu terjadi setelah Trump mendadak membatalkan rencana pertemuan rahasia pemimpin Taliban di fasilitas kepresidenan AS di Camp David di luar Washington.

Baca juga: Tentara AS Tewas dalam Serangan di Afghanistan, Trump Batalkan Negosiasi Damai dengan Taliban


Dilansir AFP Senin (9/9/2019), Trump kemudian menyatakan bahwa serangan AS kepada gerilyawan itu kembali sengit sejak invasi lebih dari satu dekade silam.

"Selama empat hari terakhir, kami sudah menekan musuh kami lebih keras daripada yang terjadi dalam 10 tahun silam!" kata Trump dalam kicauannya di Twitter.

Kemudian pada Minggu (8/9/2019), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengklaim militer AS sudah meluluhlantakan setidaknya ribuan Taliban dalam 10 hari terakhir.

Efek Cambukan

Dengan gusar, Trump membantah bahwa efek cambukan yang timbul karena pernyataannya itu menjadi penyebab kekacauan yang terjadi di Afghanistan.

Hingga akhir pekan ini, terdapat ekspektasi bahwa perundingan damai akan membuat AS menurunkan jumlah pasukannya di Afghanistan. Gantinya, Taliban menawarkan keamanan.

Namun tiba-tiba pada Sabtu (7/9/2019), presiden berusia 73 tahun itu membatalkan negosiasi yang sedianya bakal dia pimpin sendiri di fasilitas Camp David.

Trump menuturkan pembatalan pertemuan itu terjadi setelah Taliban mengaku sebagai pelaku bom bunuh diri di Kabul yang menewaskan 12 orang, salah satunya serdadu AS.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber AFP
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Ini Alasan Kiribati Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Taiwan dan Akui China

Internasional
Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Arab Saudi Bakal Bertindak Jika Iran Terbukti Terlibat dalam Serangan ke Kilang Minyak Aramco

Internasional
Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Internasional
Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi 'Medan Perang'

Garda Revolusi: Setiap Negara yang Serang Iran Bakal Jadi "Medan Perang"

Internasional
Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Anwar Ibrahim, Dipenjara karena Tuduhan Sodomi, Kini Jadi Calon Pewaris Takhta Mahathir

Internasional
Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Mawlamyine, Kota yang Ditinggalkan Penduduknya

Internasional
Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Ketika Kopi Membantu Veteran Vietnam Membesarkan Keluarganya

Internasional
Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Mahathir: Saya Akan Umumkan Tanggal Penyerahan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim

Internasional
Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Diminta Arab Saudi, Pentagon Bakal Kirim Pasukan Bantuan ke Wilayah Teluk

Internasional
Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Pertama Kali, Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Gedung Senat AS

Internasional
Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Trump Umumkan Sanksi Baru dan Terberat terhadap Iran, tapi..

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kilang Minyak Aramco Diserang | Pelaku Pembunuhan Hwaseong Terungkap

Internasional
Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Ketinggian Pesawat Turun Lebih dari 9.000 Meter dalam 7 Menit, Penumpang Panik

Internasional
Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Ditolak Rumah Sakit, Seorang Ibu Terpaksa Melahirkan di Bak Mandi Rumahnya

Internasional
Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Jika Perang Pecah di Timur Tengah, Cadangan BBM Australia Bisa Habis dalam 3 Minggu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X