[KABAR DUNIA SEPEKAN] Kiprah Benny Wenda di Dunia Internasional | 181 WNI Diamankan di Arab Saudi Saat Haji

Kompas.com - 07/09/2019, 06:46 WIB
Ahmad Zaeni (depan, berbaju merah), Konsul Imigrasi KJRI Jeddah dan Safaat Ghofur (kiri, berdasi) selaku Koordinator Yanlin KJRI Jeddah ketika menemui WNI yang ditangkap otoritas Arab Saudi di detensi imigrasi (Tarhil). Mereka ditangkap setelah ketahuan tidak memakai dokumen resmi saat melaksanakan ibadah haji. KJRI JeddahAhmad Zaeni (depan, berbaju merah), Konsul Imigrasi KJRI Jeddah dan Safaat Ghofur (kiri, berdasi) selaku Koordinator Yanlin KJRI Jeddah ketika menemui WNI yang ditangkap otoritas Arab Saudi di detensi imigrasi (Tarhil). Mereka ditangkap setelah ketahuan tidak memakai dokumen resmi saat melaksanakan ibadah haji.

KOMPAS.com - Tokoh separatis Papua, Benny Wenda, menjadi sorotan pada awal pekan ini setelah disebut sebagai dalang kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

Pria yang kini diketahui mendapatkan suaka politik di Inggris itu disebut melakukan diplomasi politik hingga menyebarkan informasi yang dianggap sesat.

Kemudian dari Arab Saudi, sebanyak 181 Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap otoritas setempat karena tidak membawa dokumen resmi saat melakukan haji.

Dua artikel itu masuk ke dalam kabar populer internasional yang terjadi dari seluruh dunia sepanjang Selasa (3/9/2019) hingga Sabtu (7/9/2019).

1. Kiprah Benny Wenda di Dunia Internasional
Pemerintah Indonesia telah menyebut nama Benny Wenda sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu.

Benny yang merupakan tokoh separatis Papua itu disebut merupakan pemimpin Pergerakan Pembebasan Gabungan Papua Bara (ULMWP) dan kini tinggal di Inggris.

Bagaimana sebenarnya kiprah Benny di dunia internasional? Simak informasi lengkapnya di sini.

2. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam: Jika Saya Punya Pilihan, Saya Akan Mundur
Pernyataan mengejutkan datang dari Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, saat menghadiri sebuah acara pertemuan tertutup dengan sekelompok pengusaha.

Lam yang menjadi pusat kemarahan publik Hong Kong dalam tiga bulan terakhir mengaku dia menyadari sudah menciptakan "malapetaka tak termaafkan" di kotanya.

Bahkan, dalam rekaman yang kemudian diduga bocor, Lam mengatakan dia bakal memilih mundur seandainya diperkenankan, dan kemudian menyampaikan permintaan maaf.

Bagaimana pernyataan lengkap Lam yang dianggap menghebohkan itu? Anda bisa membacanya di sini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
Pendukung Asing ISIS Kabur, Inggris Siagakan SAS untuk Misi 'Tangkap atau Bunuh'

Pendukung Asing ISIS Kabur, Inggris Siagakan SAS untuk Misi "Tangkap atau Bunuh"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X