Putin Tawarkan Senjata Hipersonik Rusia kepada AS

Kompas.com - 06/09/2019, 17:53 WIB
Jet tempur Mikoyan MiG-31 membawa rudal penjelajah Kinzhal yang diklaim merupakan senjata hipersonik Rusia. TASS/Alexei NikolskJet tempur Mikoyan MiG-31 membawa rudal penjelajah Kinzhal yang diklaim merupakan senjata hipersonik Rusia.

VLADIVOSTOK, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dia pernah menawarkan senjata hipersonik negaranya ke Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump.

Putin mengatakannya ketika hadir dalam Forum Ekonomi Timur (EEF) yang dilangsungkan di Vladivostok Kamis (5/9/2019), seperti diwartakan Russian Today.

Baca juga: Rusia Ingin Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik Jadi Hipersonik

Saat itu, Putin mendapat pertanyaan apakah senjata hipersonik yang dikembangkan Rusia bisa berpadu baik dengan perjanjian pengetatan senjata dengan AS.

"Saya memberi tahu Donald (Trump). Apakah Anda ingin kami menjual senjata ini kepada Anda? Jadi kita akan kembali seimbang," ujar Putin dalam forum itu.

Tidak diketahui apakah Trump mempertimbangkan tawaran yang diajukan Putin. Sebab, selama ini Washington begitu getol untuk mengembangkan sendiri senjata hipersonik.

Putin menuturkan, mungkin AS sangat serius menciptakan senjata hipersonik. Namun, Putin menuturkan mengapa AS harus menghamburkan uang jika bisa membelinya dari Rusia.

"Kami sudah menggelontorkan banyak uang. Mungkin kami bisa mendapat imbalan (uang) dan membantu kembali menciptakan keseimbangan," terangnya kembali.

Tidak dijelaskan apakah Putin benar-benar serius dengan ucapannya menawarkan senjata kepada AS, ataukah bentuk kelakar yang disampaikan dalam forum.

Sebab seperti halnya negara lain, Rusia selalu enggan menjual senjata terbaru mereka ke luar negeri. Atau setidaknya, membuat varian yang bisa diekspor.

Pasalnya, rudal hipersonik bisa menembus 27 kali kecepatan suara, sehingga sangat kecil kemungkinan sistem pertahanan saat ini bisa menangkalnya.

Sejumlah senjata baru, seperti rudal hipersonik, laser, rudal penjelajah, hingga drone bawah air bertenaga nuklir telah diperkenalkan Putin pada Maret 2018.

Salah satunya adalah rudal Kinzhal yang bisa ditembakkan dari udara dan dipamerkan di depan umum. Senjata lain adalah laser bernama Peresvet yang masih misterius.

Pengumuman Putin Maret 2018 lalu sempat disikapi serius dengan Washington yang awalnya menolak keberadaannya, menjadi berambisi menciptakannya sendiri.

Baca juga: 2020, China akan Miliki Rudal Hipersonik yang Mampu Tenggelamkan Kapal Induk AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X