Kompas.com - 06/09/2019, 11:27 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemimpin organisasi teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi dikabarkan jatuh sakit.

Kabar tersebut disampaikan Dewan Yudisial Irak, pada Kamis (5/9/2019), berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan pemimpin ISIS itu, menurut kantor berita Irak.

Sumber tersebut juga mengatakan tentang banyaknya konflik internal yang terjadi dalam kelompok ISIS.

Dewan menyampaikan informasi itu disampaikan sepupu al-Baghdadi, Rabah Ali Ibrahim al-Badri, yang mengungkapkan saat dirinya sedang bersama dengan pemimpin ISIS tersebut.

Baca juga: Abu Bakr al-Baghdadi Dikabarkan Lolos dari Sergapan Pasukan Iran

"Saya dekat dengan al-Baghdadi, kami tumbuh bersama dan berpisah pada tahun 80-an, ketika dia pindah untuk belajar di Baghdad, di mana al-Baghdadi mendapatkan gelar PhD-nya."

"Selama waktu itu kami masih bertemu sesekali," kata al-Badri, dikutip Al Arabiya.

"Saat kekhalifahan mengumumkan kendalinya atas beberapa provinsi dan kota, tiga dari enam anak saya berjanji setia kepada kelompok itu, karena sebagian besar penduduk melakukannya," tambahnya.

Berbicara kepada hakim, yang khusus menangani kasus-kasus intelijen Irak, al-Badri mengatakan bahwa dirinya bekerja di bidang pertanian, selama tinggal di wilayah yang dikuasai ISIS. Dia mengungkapkan pentingnya sektor itu untuk kekhalifahan.

Baca juga: Baghdadi Muncul Kembali dalam Video Propaganda setelah 5 Tahun, Ini Tanggapan AS

Ketika ditanya tentang keberadaan al-Baghdadi setelah pasukan Irak mengambil alih benteng terakhir ISIS, al-Badri menjawab bahwa dirinya mendapat banyak peringatan dari saudaranya untuk tidak berusaha menemui dirinya.

"Saudaranya adalah penjaga keamanannya dan dia bertanggung jawab untuk melindunginya dari pasukan keamanan. Jadi saya tidak berusaha untuk menghubunginya," ujar al-Badri.

Namun suatu hari, lanjutnya, seorang saudara laki-laki al-Baghdadi mendatanginya, dan membawanya menuju ke sebuah lokasi yang dirahasiakan.

"Al-Baghdadi tinggal di sebuah rumah kecil yang luasnya tak lebih dari 150 meter persegi," ujarnya menambahkan bahwa di sana dia akhirnya bertemu al-Baghdadi.

Baca juga: Bos Budak Seks ISIS Bantu CIA Temukan Lokasi Persembunyian Baghdadi

"Ketika saya memberi tahunya tentang konflik yang terjadi di penjuru negeri setelah kepergiannya, dia mengatakan dia tahu semua yang terjadi."

"Dia berbicara tentang kudeta yang dilakukan oleh para pemimpin Arab dan asing, dan dia mengatakan bahwa kebanyakan warga Tunisia yang mendorong konflik dan mengklaim tidak ada kekhalifahan," kata al-Badri, menurut Kantor Berita Irak.

Sepupu pemimpin ISIS itu mengatakan bahwa al-Baghdadi tampak "lemah dan kelelahan".

Ditambahkannya, al-Baghdadi mengalami sakit akibat operasi yang dilakukan terhadap telinga kirinya saat berada di al-Bukamal, Suriah.

"Dia berada tidak jauh dari kota al-Shaafah di Suriah. Kami hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk sampai ke rumahnya, yang berarti ia masih berada di daerah itu," kata al-Badri.

Baca juga: Begini Cara Intelijen Irak Tangkap 5 Orang Dekat Abu Bakr al-Baghdadi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.