Ukraina Bebaskan Terduga Saksi Kunci Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17

Kompas.com - 05/09/2019, 21:38 WIB
Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang  jatuh pada Juli 2014 menewaskan seluruh 298 penumpang dan awaknya. BBCPesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh pada Juli 2014 menewaskan seluruh 298 penumpang dan awaknya.

KIEV, KOMPAS.com - Pengadilan Ukraina dilaporkan membebaskan terduga saksi kunci yang terlibat dalam jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17, dan diyakini masuk dalam pertukaran tahanan dengan Rusia.

Kiev menangkap Vladimir Tsemakh, yang dituduh sebagai separatis pro-Rusia Juni lalu. Tetapi dia dipercaya sebagai sosok di balik jatuhnya pesawat MH17.

Para politisi Eropa menyebutnya sebagai "pelaku utama", dan meminta Ukraina untuk menyeret Tsemakh supaya dia bisa memberikan kesaksian di pengadilan.

Baca juga: Mahathir: Dakwaan Pembunuhan terhadap 4 Tersangka atas Jatuhnya MH17 Konyol

Hakim pengadilan banding Yury Sliva memutuskan untuk membebaskan Tsemakh, dan memperingatkannya dia tetap diinterogasi dan diminta tidak melarikan diri.

Tsemakh merupakan warga Ukraina yang diyakini bertanggung jawab atas pertahanan udara kelompok separatis Republik Rakyat Donetsk dekat Snizhne, timur Ukraina.

Dilansir AFP Kamis (5/9/2019), saat dia bertugas adalah tatkala pesawat Malaysia Airlines MH17 melintas dengan 298 orang, 283 penumpang dan 15 kru, tewas seluruhnya.

Meski keterlibatannya dalam insiden lima tahun lalu tak terkonfirmasi, 40 politisi Eropa meminta Presiden Volodymyr Zelensky memastikan dia hadir dalam interogasi Tim Investigasi Gabungan.

Baik media Rusia dan Ukraina memberitakan Kremlin meminta kepada Kiev supaya Tsemakh bisa diserahkan sebagai bagian dari program pertukaran tahanan.

Sejumlah tahanan Ukraina bernilai tinggi disebut bakal dibebaskan Rusia. Namun prosesnya terhambat setelah muncul kabar mereka dipindahkan ke Moskwa.

Anggota Parlemen Belanda Kati Piri mengatakan, permintaan Rusia supaya Ukraina menyerahkan Tsemakh disebut sebagai permintaa yang sangat aneh.

Pasalnya, terdapat kesan bahwa pemerintahan Negeri "Beruang Merah" berupaya menghalangi Tsemakh supaya dia tidak dihadirkan dalam sidang interogasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X